CIPUTAT – Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menekankan pentingnya membangun karakter generasi muda yang patriotik, gigih, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Pesan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tingkat Kota Tangerang Selatan di halaman Balai Kota Tangsel, Rabu, 28 Oktober 2026.
Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Benyamin Davnie Ajak Generasi Muda Perkuat Patriotisme dan Empati
Benyamin Davnie mengajak generasi muda Tangsel memperkuat patriotisme, kegigihan, dan empati dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98.
Dalam upacara tersebut, Benyamin membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir yang mengajak generasi muda untuk tidak hanya mengejar kemajuan, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air dan kepedulian sosial.
Benyamin menyampaikan bahwa ikrar Sumpah Pemuda yang lahir 98 tahun lalu menjadi bukti bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu. Semangat tersebut perlu terus diwariskan agar menjadi bagian dari karakter generasi penerus bangsa.
Menurut pesan dalam sambutan tersebut, kemajuan Indonesia tidak cukup diukur dari pembangunan fisik, perkembangan teknologi, maupun kekayaan materi. Kualitas manusia, karakter, rasa cinta tanah air, dan kepedulian terhadap sesama juga menjadi unsur penting dalam menentukan kemajuan bangsa.
Generasi muda pun diharapkan memiliki tiga karakter utama, yakni patriotisme, kegigihan, dan empati. Patriotisme perlu diwujudkan melalui pengabdian nyata kepada bangsa, sedangkan kegigihan dibutuhkan agar pemuda tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan dan kegagalan.
Sementara itu, empati menjadi landasan agar keberhasilan yang diraih dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan sekadar memenuhi kepentingan pribadi.
Benyamin juga menyoroti pentingnya menumbuhkan empati di tengah perkembangan teknologi komunikasi yang turut memengaruhi pola interaksi sosial generasi muda. Penguatan karakter diharapkan dapat membentuk pemuda yang berprestasi dan inovatif sekaligus mampu memahami kondisi orang lain, membantu sesama, serta menghargai perbedaan.
Nilai empati dan ketangguhan mental juga dinilai penting untuk mencegah perilaku perundungan atau *bullying* di kalangan anak muda. Dengan demikian, generasi muda dapat berkontribusi menciptakan lingkungan sosial yang lebih positif, aman, dan saling mendukung.
Selain itu, pemuda diajak untuk berani menetapkan cita-cita besar, bekerja keras, serta menjadi pribadi tangguh tanpa kehilangan kepedulian terhadap sesama. Mereka juga diharapkan mampu menjadi pemimpin yang berani mengambil tanggung jawab dan bersedia melayani masyarakat.
Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, generasi muda diharapkan semakin memperkuat persatuan dan menunjukkan kecintaan terhadap Indonesia melalui ilmu pengetahuan, karya, pengabdian, serta tindakan nyata yang menjunjung nilai-nilai kemanusiaan.
Bagaimana reaksi Anda?



Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!