Pemerintah Kota Jambi berencana mengembangkan Danau Kajang Lako, kolam retensi seluas hampir sembilan hektare, menjadi pusat ekonomi baru melalui penyediaan kawasan khusus bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pengembangan ini diharapkan dapat membuka peluang usaha sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
Wali Kota Jambi Maulana mengatakan, kawasan UMKM akan diprioritaskan bagi warga yang terdampak banjir dan masyarakat kurang mampu. Pemerintah kota telah menyiapkan dua area khusus untuk mendukung aktivitas perdagangan agar berjalan tertib dan sesuai dengan peruntukan kawasan.
Danau Kajang Lako yang berada di belakang Kantor Wali Kota Jambi tidak hanya dirancang sebagai infrastruktur pengendalian banjir, tetapi juga akan dikembangkan menjadi ruang publik dan destinasi wisata. Sejumlah fasilitas direncanakan tersedia, seperti ruang terbuka hijau, jalur jogging, area bersantai, panggung hiburan, serta tempat parkir yang tertata.
Pemkot Jambi juga akan melakukan pengawasan terhadap aktivitas perdagangan agar tidak mengganggu fungsi utama kawasan. Penataan sejak awal dinilai penting untuk menjaga kenyamanan pengunjung sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan usaha masyarakat.
Anggota Komisi V DPR RI Edi Purwanto menilai proyek kolam retensi tersebut berpotensi menjadi percontohan nasional dalam pengendalian banjir perkotaan. Menurutnya, apabila pembangunan ini terbukti mampu mengurangi banjir hingga 60–80 persen, konsep serupa dapat diterapkan di wilayah lain.
Ia menambahkan, pengembangan kolam retensi perlu didukung perencanaan yang matang agar mampu memberikan manfaat dari sisi lingkungan, estetika kota, dan perekonomian masyarakat.
Melalui pengembangan Danau Kajang Lako, Pemerintah Kota Jambi berharap kawasan tersebut dapat menjadi destinasi wisata unggulan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM di daerah.



Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!