Terkini

Prabowo Didorong Perkuat Ekonomi Biru dan Lumbung Ikan Nasional

Pengembangan potensi kelautan dinilai perlu melibatkan generasi muda dan masyarakat pesisir. Kepulauan Riau disebut memiliki peluang strategis melalui sektor perikanan dan konektivitas maritim.

Images Source : Jawa Pos

Kembangkan Potensi Lokal, Prabowo Diminta Perkuat Ekonomi Biru dan Lumbung Ikan Nasional

Presiden Prabowo Subianto didorong memperkuat ekonomi biru dan Lumbung Ikan Nasional melalui pengembangan potensi lokal agar memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Dorongan itu disampaikan dalam diskusi publik di Batam, Rabu (28/10), dengan penekanan pada peran generasi muda, masyarakat, serta penguatan sektor kelautan dan perikanan.

Ketua Gerakan Generasi Milenial Indonesia (GGMI) Batam, M. Ghoji Alghifari Lubis, menilai momentum dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran perlu dimanfaatkan generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional. Kontribusi tersebut, menurut dia, dapat diarahkan pada penguatan ketahanan pangan, ekonomi kerakyatan, dan kesejahteraan masyarakat melalui sektor kelautan dan perikanan.

“Generasi milenial harus berperan aktif dalam mendukung program pembangunan pemerintahan Prabowo melalui gagasan, inovasi, kewirausahaan, dan partisipasi masyarakat,” kata Ghoji dalam diskusi publik di Batam, Rabu (28/10).

Peran masyarakat dan generasi muda

Ghoji mengatakan keterlibatan langsung masyarakat diperlukan untuk mengembangkan ekonomi biru dan Lumbung Ikan Nasional agar sumber daya maritim dapat dimanfaatkan secara maksimal. Generasi muda juga didorong mengambil peran dalam pengembangan usaha berbasis potensi lokal, inovasi pengolahan hasil laut, serta pengawasan konstruktif terhadap pelaksanaan program pemerintah.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat, termasuk generasi milenial yang memiliki potensi besar dalam pengembangan inovasi dan kewirausahaan,” ujarnya.

Peluang Kepulauan Riau

Pengamat Politik Universitas Batam Fendi Hidayat menilai Kepulauan Riau memiliki peluang strategis mengembangkan ekonomi biru karena karakteristiknya sebagai provinsi kepulauan. Potensinya mencakup perikanan tangkap, budi daya laut, pengolahan hasil perikanan, serta perdagangan dan konektivitas maritim.

Menurut Fendi, pengelolaan yang tepat dapat memperkuat perekonomian daerah, tetapi perlu disertai peningkatan sumber daya manusia dan infrastruktur memadai. Ia menyebut pengembangan ekonomi biru dan Lumbung Ikan Nasional membutuhkan sinergi pemerintah, akademisi, organisasi kepemudaan, pelaku usaha, nelayan, koperasi, serta masyarakat pesisir.

Sistem perikanan terintegrasi

Fendi menjelaskan ekonomi biru tidak hanya memanfaatkan sumber daya laut untuk kegiatan ekonomi, tetapi juga mencakup pelestarian lingkungan, penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah produk, dan penguatan ketahanan pangan. Dalam pengembangan Lumbung Ikan Nasional, ia menekankan perlunya sistem perikanan terintegrasi dari produksi dan pendaratan ikan hingga penyimpanan, pengolahan, serta distribusi antardaerah.

Ketersediaan pelabuhan perikanan, fasilitas penyimpanan berpendingin atau cold storage, distribusi antarpulau, dan industri pengolahan hasil laut dinilai penting untuk meningkatkan daya saing produk perikanan. Penguatan sektor ini di Kepulauan Riau berpotensi meningkatkan pendapatan nelayan, memperluas kesempatan usaha UMKM, serta memperkuat kontribusi daerah terhadap ketahanan pangan nasional.

Sumber: Jawa Pos

Bagaimana reaksi Anda?
Nilai artikel ini
Belum ada penilaian

Mungkin Anda suka

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *