Terkini

Pemkab Bogor Siapkan Rice Mill untuk Tekan Biaya Pengolahan Gabah

Pemkab Bogor berencana membangun rice mill agar petani dapat mengolah gabah di daerah sendiri, memangkas biaya distribusi, serta menjaga stabilitas harga pangan.

Image Source: radarbogor.jawapos.com

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor merencanakan pembangunan sejumlah fasilitas penggilingan padi atau rice mill di beberapa wilayah. Program ini bertujuan mempermudah petani mengolah hasil panen secara mandiri di daerah masing-masing, mengurangi biaya distribusi, serta mendukung stabilitas harga pangan.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan bahwa penyediaan fasilitas penggilingan padi menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam memperbaiki sistem pengolahan dan distribusi hasil pertanian. Dengan tersedianya fasilitas tersebut, petani diharapkan tidak lagi bergantung pada layanan penggilingan di luar Kabupaten Bogor.

Rencana pembangunan rice mill tersebut disampaikan Rudy pada Selasa, 3 November 2026. Pemerintah daerah tengah mempersiapkan pembangunan fasilitas pengolahan gabah di sejumlah lokasi yang dinilai dapat mendukung kebutuhan petani.

Menurut Rudy, salah satu persoalan yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan hasil pertanian adalah panjangnya proses distribusi sebelum gabah dapat diolah menjadi beras. Kondisi tersebut berpotensi menambah biaya yang harus dikeluarkan dalam proses produksi dan pemasaran hasil panen.

Selama ini, pengolahan gabah dari wilayah tertentu masih membutuhkan perjalanan menuju daerah lain yang memiliki fasilitas penggilingan. Situasi tersebut menyebabkan hasil panen harus melalui tahapan pengangkutan tambahan sebelum kembali dipasarkan di wilayah asal.

Rudy mencontohkan kondisi yang dialami petani di kawasan Jonggol. Gabah hasil panen dari wilayah tersebut dapat dibawa menuju Karawang untuk menjalani proses penggilingan menjadi beras, kemudian dikirim kembali ke Kabupaten Bogor untuk didistribusikan.

Pola distribusi tersebut dinilai kurang efisien karena membutuhkan biaya transportasi dalam dua tahap, yakni pengiriman gabah menuju tempat penggilingan dan pengangkutan beras kembali ke wilayah pemasaran.

Melalui pembangunan rice mill di Kabupaten Bogor, pemerintah daerah ingin memangkas tahapan distribusi tersebut. Petani di Jonggol nantinya diharapkan dapat langsung memproses gabah menjadi beras tanpa harus mengirim hasil panen ke Karawang.

Keberadaan fasilitas penggilingan yang lebih dekat dengan kawasan pertanian diharapkan dapat mempercepat proses pengolahan hasil panen sekaligus mengurangi kebutuhan biaya pengangkutan.

Selain memberikan kemudahan bagi petani, pengembangan fasilitas penggilingan padi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga pangan.

Rudy menilai bahwa biaya distribusi merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan komoditas pertanian. Proses pengangkutan yang panjang dapat meningkatkan pengeluaran sehingga berpengaruh terhadap efisiensi pengolahan hasil panen.

Dengan memperpendek jarak antara lokasi produksi dan fasilitas penggilingan, pemerintah daerah berupaya menciptakan proses pengolahan gabah yang lebih sederhana dan hemat biaya.

Efisiensi tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi beban pengeluaran dalam rantai produksi beras. Pada saat yang sama, pengolahan hasil pertanian di wilayah sendiri dapat mendukung kelancaran distribusi pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Bogor.

Pemerintah daerah juga menempatkan pengembangan fasilitas pengolahan sebagai bagian dari penguatan pengelolaan sektor pertanian secara menyeluruh. Upaya ini melibatkan keterkaitan antara kegiatan produksi di tingkat petani dengan pengelolaan komoditas pangan setelah panen.

Dalam pelaksanaannya, Rudy menekankan pentingnya peran organisasi perangkat daerah yang menangani sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor memiliki peran dalam kegiatan produksi pertanian di bagian hulu. Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan berperan dalam pengelolaan pada bagian hilir.

Pembagian peran tersebut menunjukkan bahwa rencana pengembangan rice mill tidak hanya berkaitan dengan penyediaan fasilitas penggilingan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat hubungan antara produksi dan pengelolaan hasil pertanian.

Melalui koordinasi kedua instansi, pembangunan fasilitas penggilingan diharapkan dapat mendukung sistem pengolahan dan distribusi pangan yang lebih efisien.

Meski demikian, pembangunan rice mill tersebut masih berada dalam tahap persiapan. Pemerintah Kabupaten Bogor belum merinci jumlah fasilitas yang akan dibangun maupun jadwal pelaksanaan pembangunannya.

Rencana tersebut menjadi salah satu langkah yang disiapkan pemerintah daerah untuk mengurangi ketergantungan terhadap fasilitas penggilingan di luar wilayah sekaligus meningkatkan efisiensi pengolahan hasil panen petani.

Dengan tersedianya rice mill di sejumlah kawasan pertanian, Pemkab Bogor berharap proses perubahan gabah menjadi beras dapat dilakukan lebih dekat dengan lokasi produksi. Langkah ini sekaligus diarahkan untuk menekan biaya distribusi dan mendukung upaya menjaga stabilitas harga pangan di Kabupaten Bogor.

Sumber: Radar Bogor

Bagaimana reaksi Anda?
Nilai artikel ini
Belum ada penilaian

Mungkin Anda suka

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *