Terkini

Pemkab Bogor Targetkan Jadi Sentra Kopi Robusta Terbesar Nasional

Pemkab Bogor menargetkan menjadi sentra kopi robusta terbesar nasional setelah produksi mencapai 3.603 ton pada 2025, dengan potensi tersebar di 24 kecamatan.

Image Source: radarbogor.jawapos.com

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus memperkuat pengembangan sektor perkebunan kopi robusta dengan menargetkan posisi sebagai salah satu daerah penghasil kopi robusta terbesar di Indonesia. Langkah tersebut dilakukan setelah Kabupaten Bogor berhasil menempati peringkat pertama sebagai daerah penghasil kopi robusta terbesar di Provinsi Jawa Barat.

Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor, produksi kopi robusta sepanjang 2025 mencapai 3.603 ton. Capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi komoditas perkebunan kopi yang dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan daya saing daerah.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan bahwa keberhasilan Kabupaten Bogor menjadi produsen kopi robusta terbesar di Jawa Barat merupakan modal penting untuk memperluas pengembangan komoditas tersebut hingga tingkat nasional.

Potensi perkebunan kopi di Kabupaten Bogor saat ini tersebar di 24 kecamatan. Sebaran wilayah produksi tersebut menjadi salah satu kekuatan daerah dalam meningkatkan kapasitas pengembangan kopi robusta secara berkelanjutan.

Rudy menegaskan bahwa target menjadikan Kabupaten Bogor sebagai salah satu sentra kopi robusta terbesar secara nasional bukan sekadar cita-cita, melainkan bagian dari arah pengembangan sektor perkebunan yang ingin diwujudkan pemerintah daerah.

“Ini bukan cuma mimpi, tapi harapan dan langkah kita ke depan terus melengkapi, menyempurnakan bersama-sama,” ujar Rudy pada Selasa, 3 November 2026.

Menurutnya, pencapaian yang telah diraih Kabupaten Bogor harus menjadi dorongan untuk terus memperbaiki berbagai aspek dalam pengembangan komoditas kopi. Pemerintah daerah tidak hanya berupaya mempertahankan posisi sebagai penghasil kopi robusta terbesar di Jawa Barat, tetapi juga ingin meningkatkan kemampuan daerah dalam menghadapi persaingan produksi di tingkat nasional.

Upaya pengembangan tersebut tidak terbatas pada perluasan penanaman maupun peningkatan hasil perkebunan. Pemkab Bogor juga mulai mempersiapkan sejumlah fasilitas pengelolaan kopi untuk mendukung proses pengolahan komoditas setelah masa panen.

Pengembangan fasilitas tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam memperkuat sektor perkebunan kopi secara lebih menyeluruh. Dengan demikian, perhatian pemerintah tidak hanya diarahkan pada jumlah produksi, tetapi juga pada kesiapan sarana pengelolaan hasil perkebunan.

“Bukan hanya dari sisi tanaman, kita pun mempersiapkan beberapa tempat-tempat pengelolaan,” kata Rudy.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa strategi pengembangan kopi robusta di Kabupaten Bogor mencakup dua aspek utama, yakni penguatan produksi di tingkat perkebunan dan penyediaan fasilitas pendukung untuk pengelolaan hasil komoditas.

Keberadaan wilayah penghasil kopi yang tersebar di 24 kecamatan juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Potensi masing-masing kawasan perlu dimaksimalkan agar pengembangan komoditas kopi robusta dapat memberikan hasil yang lebih optimal.

Dengan produksi mencapai 3.603 ton pada 2025, Kabupaten Bogor memiliki landasan untuk melanjutkan penguatan sektor perkebunan kopi. Meski demikian, peningkatan daya saing di tingkat nasional tetap membutuhkan penyempurnaan berbagai aspek, mulai dari pengembangan tanaman hingga kesiapan fasilitas pengolahan.

Pemkab Bogor berupaya mengoptimalkan potensi perkebunan yang telah tersedia melalui pengembangan komoditas kopi secara bertahap. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Kabupaten Bogor sebagai salah satu daerah penghasil kopi robusta unggulan di Indonesia.

Melalui peningkatan kapasitas produksi dan persiapan fasilitas pengelolaan, Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan pengembangan kopi robusta yang semakin kompetitif, sekaligus memperluas kontribusi daerah terhadap sektor perkebunan kopi nasional.

Sumber: Radar Bogor

Bagaimana reaksi Anda?
Nilai artikel ini
Belum ada penilaian

Mungkin Anda suka

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *