Terkini

Angkutan Pelajar Gratis di Malang Dinilai Membantu, Siswa Minta Rute Diperluas

Angkutan pelajar gratis di Kota Malang membantu siswa menghemat ongkos. Pelajar berharap rute diperluas dan jadwal penjemputan dibuat lebih fleksibel dan pasti.

Image Source: radarmalang.jawapos.com

Kehadiran layanan angkutan pelajar gratis di Kota Malang memberikan manfaat bagi siswa, terutama dalam mengurangi pengeluaran transportasi dan mempermudah perjalanan pulang sekolah. Meski demikian, sejumlah pelajar berharap pemerintah dapat meningkatkan kualitas layanan melalui perluasan rute serta pengaturan jadwal keberangkatan yang lebih fleksibel.

Aspirasi tersebut muncul karena jangkauan angkutan yang tersedia belum sepenuhnya menjangkau kawasan tempat tinggal siswa. Selain itu, waktu keberangkatan yang belum konsisten menjadi perhatian pelajar yang membutuhkan kepastian transportasi setelah menyelesaikan kegiatan sekolah.

Salah satu pengguna layanan, Nadiah Wahyu Aila, siswi kelas X SMA Negeri 4 Kota Malang yang tinggal di kawasan Buring, mengaku telah memanfaatkan angkutan pelajar gratis sejak awal program diluncurkan.

Menurut Nadiah, keberadaan layanan tersebut sangat membantu, khususnya ketika orang tuanya berhalangan menjemput sepulang sekolah. Ia biasanya menggunakan angkutan gratis sekitar dua kali dalam seminggu.

Angkutan Gratis Membantu Mengurangi Biaya Transportasi

Sebelum tersedia layanan angkutan pelajar gratis, Nadiah mengandalkan orang tuanya untuk berangkat ke sekolah. Sementara itu, perjalanan pulang kerap dilakukan menggunakan layanan ojek daring.

Untuk satu kali perjalanan pulang, ia harus mengeluarkan biaya sekitar Rp10.000 hingga Rp12.000. Pengeluaran tersebut kini dapat dikurangi ketika ia menggunakan angkutan pelajar gratis.

Nadiah menilai program tersebut memberikan kemudahan bagi siswa yang tidak selalu memiliki akses kendaraan pribadi atau pendampingan orang tua saat pulang sekolah.

Selain memberikan alternatif transportasi, layanan ini memungkinkan pelajar mengurangi ketergantungan terhadap angkutan berbayar dalam perjalanan sehari-hari.

Meski telah merasakan manfaatnya, Nadiah berharap penyelenggara layanan dapat mempertimbangkan penambahan rute agar lebih banyak pelajar dapat menggunakan angkutan hingga mendekati kawasan tempat tinggal masing-masing.

Jangkauan Rute Belum Sepenuhnya Menjangkau Rumah Siswa

Keterbatasan jangkauan rute menjadi salah satu persoalan yang disoroti pengguna angkutan pelajar gratis di Kota Malang.

Nadiah menjelaskan bahwa tidak semua siswa dapat turun di lokasi yang dekat dengan rumah. Sebagian pelajar masih harus berjalan kaki cukup jauh atau menggunakan transportasi tambahan untuk menyelesaikan perjalanan.

Bagi Nadiah, jarak antara titik pemberhentian angkutan dengan tempat tinggalnya masih dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Namun, kondisi tersebut berbeda dengan sejumlah teman sekolahnya.

Ia mengetahui beberapa siswa harus menempuh perjalanan tambahan karena rute kendaraan belum melewati kawasan tempat tinggal mereka.

Kondisi tersebut menjadi alasan Nadiah mengusulkan agar cakupan angkutan pelajar diperluas. Dengan penambahan rute, layanan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak kawasan permukiman dan mengurangi kebutuhan penggunaan transportasi lanjutan.

Perluasan jangkauan juga dinilai penting agar manfaat angkutan gratis tidak hanya dirasakan oleh pelajar yang tinggal di dekat jalur kendaraan yang sudah tersedia.

Jadwal Penjemputan Diharapkan Lebih Fleksibel

Selain perluasan rute, pengaturan waktu operasional menjadi perhatian para siswa.

Nadiah menyoroti kegiatan ekstrakurikuler yang membuat sebagian pelajar harus berada di sekolah lebih lama dibandingkan jadwal pembelajaran reguler.

Siswa yang mengikuti kegiatan tambahan tersebut berpotensi kesulitan memanfaatkan layanan angkutan apabila jadwal keberangkatannya tidak sesuai dengan waktu mereka selesai beraktivitas.

Oleh karena itu, ia berharap tersedia penyesuaian jadwal yang mempertimbangkan kebutuhan pelajar dengan waktu kepulangan berbeda.

Masukan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan transportasi siswa tidak selalu berakhir bersamaan dengan jam pelajaran. Aktivitas sekolah di luar kelas juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam pengaturan layanan.

Siswa Soroti Ketidakpastian Waktu Keberangkatan

Keluhan mengenai jadwal perjalanan juga disampaikan Ayunisa, siswi SMA Negeri 4 Kota Malang yang berdomisili di kawasan Kedungkandang.

Ayunisa mengaku telah menggunakan angkutan pelajar gratis sejak program diluncurkan pada Agustus 2026. Dalam sepekan, ia memanfaatkan layanan tersebut sekitar dua hingga tiga kali.

Menurutnya, salah satu kendala yang masih ditemui adalah ketidakpastian waktu keberangkatan kendaraan.

Ia menjelaskan bahwa penumpang terkadang harus menunggu hingga kendaraan terisi penuh sebelum angkutan diberangkatkan. Situasi ini menyebabkan waktu tunggu menjadi lebih panjang.

Namun, pada kesempatan lain, kendaraan justru sudah berangkat lebih dahulu sehingga sebagian siswa tidak sempat menggunakannya.

Ayunisa berharap jadwal keberangkatan dapat dibuat lebih teratur agar para pelajar memiliki kepastian ketika merencanakan perjalanan pulang.

Menurutnya, kepastian jadwal penting karena siswa perlu menyesuaikan waktu perjalanan dengan berbagai kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah.

Pengaturan yang lebih konsisten diharapkan dapat mengurangi risiko siswa tertinggal kendaraan maupun menunggu terlalu lama.

Pengembangan Layanan Diharapkan Sesuai Kebutuhan Pelajar

Berbagai masukan dari pengguna menunjukkan bahwa angkutan pelajar gratis telah memberikan manfaat nyata, terutama dalam membantu mengurangi pengeluaran transportasi.

Namun, perluasan akses dan peningkatan kepastian jadwal masih menjadi kebutuhan yang disampaikan para siswa.

Penambahan rute berpotensi mempermudah perjalanan bagi pelajar yang tinggal jauh dari jalur angkutan. Sementara itu, penyesuaian waktu operasional dapat membantu siswa yang memiliki kegiatan tambahan setelah jam pelajaran.

Kepastian keberangkatan juga menjadi aspek penting agar pengguna dapat memperkirakan waktu perjalanan dengan lebih baik.

Aspirasi yang disampaikan Nadiah dan Ayunisa menjadi gambaran pengalaman sebagian pelajar dalam memanfaatkan layanan transportasi gratis di Kota Malang.

Keduanya berharap layanan yang sudah membantu aktivitas sekolah tersebut dapat terus disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, terutama terkait jangkauan rute, fleksibilitas penjemputan, dan keteraturan jadwal keberangkatan.

Melalui penyempurnaan pada aspek tersebut, manfaat angkutan pelajar gratis diharapkan dapat dirasakan secara lebih luas oleh siswa di berbagai wilayah Kota Malang.

Sumber: Radar Malang

Bagaimana reaksi Anda?
Nilai artikel ini
Belum ada penilaian

Mungkin Anda suka

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *