Jaga Stabilitas Pangan, Ini Langkah Pemkab Klaten Lewat GPM dan Program Bongkar Ratoon
Pemkab Klaten memperkuat ketahanan pangan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak dan program Bongkar Ratoon tebu. Langkah di bawah kepemimpinan Plt Bupati Klaten Mahanni Yulindha Pratiwi itu ditujukan menjaga stabilitas harga bahan pokok serta mendukung percepatan swasembada gula nasional.
GPM Serentak digelar dalam rangka Hari Pangan Sedunia di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Klaten pada Rabu (21/10). Kegiatan ini melibatkan Pemprov Jawa Tengah, BUMD, organisasi perangkat daerah, dan Pemkab Klaten untuk memperkuat pasokan sekaligus menjaga harga pangan.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turut hadir secara daring. Ia menekankan pelaksanaan GPM harus berorientasi pada hasil dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Pangan terjangkau untuk warga
Linda menyampaikan GPM di Klaten melibatkan 20 stan yang menjual produk unggulan Kelompok Wanita Tani (KWT) dan UMKM lokal. Bahan pokok yang tersedia antara lain beras, telur, sayur-mayur, dan minyak goreng.
”Kami mengundang masyarakat sekitar untuk ikut meramaikan dan berbelanja karena bahan-bahan yang disediakan harganya terjangkau. Harapan kami, kegiatan ini bisa membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ucap Linda.
Linda juga mengapresiasi KWT yang dinilai konsisten menjaga produksi pangan keluarga. Pemkab Klaten berkomitmen memperluas pendampingan dan fasilitasi pemasaran agar produk KWT berkembang serta dikenal lebih luas.
Peremajaan tebu di Karanganom
Dukungan terhadap kedaulatan pangan nasional juga dilakukan lewat Tanam Tebu Perdana Program Bongkar Ratoon di lahan persawahan Desa Tarubasan, Kecamatan Karanganom, Jumat (30/10). Kegiatan itu dihadiri Plt Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Heru Triwidarto, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara Mahmudi, Direktur PT Madubaru, Kejari Klaten, serta jajaran DKPP Klaten.
Program Bongkar Ratoon merupakan peremajaan tanaman tebu tua menggunakan bibit unggul bersertifikat untuk meningkatkan produktivitas gula. Penanaman simbolis dilakukan di lahan seluas 6 hektare, disertai penyerahan bantuan program Irigasi Manis dan santunan kepada anak yatim.
Target pengembangan areal tebu
Linda menyebut Klaten memiliki sejarah sebagai salah satu sentra gula utama, yang ditopang sejumlah pabrik gula legendaris. Luas perkebunan tebu di Klaten kini sekitar 499 hektare di 16 kecamatan, dengan produksi 428.524 ton sepanjang 2025 dan 27.984 ton hingga Agustus 2026.
DKPP Klaten telah mengajukan calon lokasi program seluas 200,384 hektare, terdiri atas 140,884 hektare untuk Bongkar Ratoon dan 59,5 hektare untuk perluasan areal tanam. Mahmudi menyatakan PT SGN mengawal program Bongkar Ratoon seluas 206 hektare di Klaten tahun ini, sementara Heru mengapresiasi langkah Pemkab Klaten dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gula nasional.
”Klaten dahulu dikenal sebagai daerah penghasil gula yang baik. Saatnya kita bangkit kembali dan bersama-sama mendorong Indonesia mencapai swasembada gula,” tandas Heru.
Sumber: Radar Solo




Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!