Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) terus mendorong peningkatan kualitas produksi bawang merah di Kecamatan Gemuh. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyelenggarakan pelatihan pembenihan dan budidaya bagi petani dengan dukungan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola tanaman bawang merah, mulai dari pemilihan benih, penerapan teknik budidaya, hingga penanganan gangguan tanaman yang berpotensi memengaruhi hasil produksi.
Kecamatan Gemuh menjadi salah satu wilayah pengembangan komoditas bawang merah di Kabupaten Kendal. Karena itu, peningkatan kemampuan petani dinilai penting untuk menjaga kualitas hasil pertanian sekaligus mendukung keberlanjutan kegiatan usaha tani di daerah tersebut.
Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Gemuh, Sri Martini, menjelaskan bahwa kegiatan pembinaan dilaksanakan agar petani semakin memahami teknik budidaya yang sesuai dengan kebutuhan tanaman dan kondisi lahan.
Menurutnya, sebagai salah satu daerah penghasil bawang merah, Gemuh membutuhkan petani yang memiliki keterampilan memadai dalam menjalankan setiap tahapan produksi. Peningkatan kemampuan tersebut diharapkan dapat membantu petani menghasilkan panen yang lebih berkualitas.
Petani Dibekali Teknik Budidaya dan Pembuatan PGPR
Dalam kegiatan pelatihan, peserta memperoleh pembekalan mengenai teknik budidaya bawang merah yang disampaikan oleh Midayat, seorang praktisi dari kalangan pelaku usaha tani.
Materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada pemahaman teori, tetapi juga mencakup kegiatan praktik agar peserta dapat mengenal penerapan teknologi pertanian secara langsung.
Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah praktik pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR), yaitu kelompok bakteri yang hidup di sekitar perakaran tanaman dan berpotensi mendukung pertumbuhan melalui berbagai mekanisme biologis.
Pengenalan PGPR menjadi bagian dari upaya memberikan alternatif teknologi budidaya yang dapat dimanfaatkan petani untuk mendukung pertumbuhan bawang merah.
Melalui praktik tersebut, peserta memperoleh pengetahuan mengenai pemanfaatan mikroorganisme menguntungkan sebagai salah satu komponen dalam pengelolaan tanaman.
Meski memiliki potensi manfaat, efektivitas penggunaan PGPR tetap dipengaruhi jenis mikroorganisme, kondisi tanah, serta cara penerapannya. Karena itu, penggunaan teknologi tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi pertanian di lapangan.
Kesehatan Tanah dan Kelestarian Lingkungan Jadi Perhatian
Selain peningkatan hasil produksi, DPP Kendal juga menekankan pentingnya menjaga kondisi lahan pertanian agar tetap mendukung kegiatan budidaya dalam jangka panjang.
Sri Martini menjelaskan bahwa penerapan teknik budidaya yang baik tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas panen, tetapi juga perlu mempertimbangkan kesehatan tanah dan kelestarian lingkungan.
Perhatian terhadap kondisi tanah menjadi bagian penting dalam usaha tani bawang merah karena tanaman membutuhkan lingkungan tumbuh yang sesuai untuk mendukung perkembangan akar dan penyerapan unsur hara.
Pengelolaan lahan yang tepat dapat membantu petani menjaga kesuburan tanah sekaligus mengurangi risiko penurunan produktivitas akibat kondisi lahan yang kurang mendukung.
Melalui pembekalan tersebut, petani diharapkan semakin memahami pentingnya menyeimbangkan kebutuhan produksi dengan pengelolaan sumber daya pertanian secara berkelanjutan.
Perkuat Pengetahuan Pembenihan dan Pengendalian Hama
Kegiatan pelatihan turut mencakup pembahasan mengenai pembenihan bawang merah serta pengenalan berbagai jenis hama dan penyakit yang berpotensi menyerang tanaman.
Materi pembenihan diberikan untuk meningkatkan pemahaman petani mengenai pentingnya penggunaan benih yang sesuai sebagai salah satu faktor penunjang keberhasilan budidaya.
Sementara itu, pembekalan tentang hama dan penyakit ditujukan agar peserta mampu mengenali gejala gangguan tanaman sejak dini serta memahami pilihan tindakan penanganan berdasarkan kondisi yang ditemukan.
Pengetahuan tersebut menjadi bekal bagi petani untuk mengelola risiko produksi, terutama ketika menghadapi gangguan organisme pengganggu tumbuhan yang dapat memengaruhi pertumbuhan dan kualitas hasil panen.
Dengan pemahaman yang lebih menyeluruh, petani diharapkan mampu mengambil keputusan budidaya secara lebih terarah, mulai dari persiapan lahan hingga masa panen.
Pelatihan Menjangkau Petani Pemula dan Milenial
Program peningkatan kapasitas yang didukung DBHCHT 2026 ini juga memberikan perhatian kepada kelompok petani yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap informasi dan teknologi pertanian.
Berdasarkan keterangan DPP Kendal, pelatihan pembenihan bawang merah tersebut menyasar 60 peserta dari Kecamatan Gemuh dan Ringinarum, dengan masing-masing wilayah mendapatkan alokasi 30 peserta.
Kelompok sasaran diprioritaskan kepada petani pemula, petani milenial, serta masyarakat yang belum tergabung dalam asosiasi atau organisasi petani bawang merah.
Kepala UPTD Perbenihan Pertanian DPP Kabupaten Kendal, Budi Heru Santoso, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan kesempatan lebih luas kepada petani yang membutuhkan peningkatan pengetahuan teknis.
Pelatihan dilaksanakan selama dua hari dengan materi pembenihan, teknik budidaya, serta pengenalan hama dan penyakit tanaman. Peserta juga mendapatkan pendampingan dari narasumber bidang pembenihan dan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT).
Melalui pendekatan tersebut, DPP Kendal berharap petani yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses informasi dapat memperoleh keterampilan baru untuk diterapkan dalam kegiatan pertanian sehari-hari.
Dorong Kualitas Panen dan Keberlanjutan Pertanian Kendal
Pengembangan kemampuan petani menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung keberlanjutan usaha tani bawang merah di Kabupaten Kendal.
Melalui pelatihan pembenihan, penerapan teknik budidaya, serta pengenalan teknologi PGPR, petani diharapkan memiliki bekal pengetahuan untuk meningkatkan kualitas tanaman dan mengurangi risiko kerugian akibat kesalahan pengelolaan.
Dukungan DBHCHT 2026 dalam kegiatan pembinaan ini juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses pelatihan pertanian bagi masyarakat, terutama kelompok petani yang membutuhkan pendampingan teknis.
Penguatan keterampilan tersebut diharapkan dapat membantu petani mengelola usaha tani secara lebih efektif sekaligus mempertahankan kondisi lahan agar tetap produktif.
Dengan peningkatan pengetahuan, pendampingan, dan penerapan teknologi yang sesuai, Kecamatan Gemuh diharapkan mampu terus mengembangkan potensinya sebagai salah satu sentra produksi bawang merah di Kabupaten Kendal.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan sektor pertanian daerah melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan pengelolaan budidaya yang lebih berkelanjutan.
Sumber: Radar Semarang




Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!