Tembus 10.900 Hektare, Kaltara Jadi Kunci Benchmark Rehabilitasi Mangrove Program M4CR Nasional
Kalimantan Utara telah merealisasikan rehabilitasi mangrove sekitar 10.900 hektare dari target 14.000 hektare pada periode 2024-2027 melalui program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) Kementerian Kehutanan. Porsi hampir separuh target M4CR itu menempatkan Kaltara sebagai wilayah kunci yang diharapkan menjadi tolok ukur rehabilitasi mangrove di daerah lain.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan sekaligus Executive Director M4CR Project, Muhammad Zainal Arifin, mengatakan Kaltara memikul tanggung jawab besar dalam program tersebut. Ia menyampaikan hal itu pada Selasa (3/11).
“Hampir 50 persen dari target M4CR ada di Kaltara. Kami ingin Kaltara benar-benar berhasil sehingga bisa menjadi benchmark untuk kegiatan rehabilitasi, khususnya ekosistem mangrove,” ujar Zainal, Selasa (3/11).
Tantangan pengelolaan tambak
Menurut Zainal, program ini tidak hanya berorientasi pada pemulihan kawasan mangrove yang rusak, tetapi juga menjaga ekosistem yang masih baik. Keberadaan tambak di kawasan mangrove menjadi salah satu tantangan yang mendapat perhatian.
Ia menyebut silvofishery dapat menjadi model pengelolaan tambak dengan mengintegrasikan budidaya perikanan dan pelestarian mangrove. Sistem tersebut diharapkan menjaga aspek ekologi sekaligus keberlangsungan sosial ekonomi masyarakat.
“Pengelolaan tambak yang ada di ekosistem mangrove menjadi salah satu tantangan utama. Kami berharap silvofishery bisa menjadi contoh yang baik. Sehingga secara ekologi tetap terjaga dan sosial ekonomi masyarakat juga tetap berjalan,” katanya.
Hibah produktif bagi masyarakat pesisir
M4CR juga menyediakan matching grant atau hibah produktif bagi masyarakat pesisir untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal yang berkaitan dengan rehabilitasi mangrove. Masyarakat harus mengajukan proposal yang akan dinilai komite investasi sebelum penerima bantuan ditetapkan, sementara perkembangan usaha mereka dipantau untuk menilai keberlanjutan kegiatan.
Zainal mengatakan hibah tersebut menunjukkan bahwa M4CR tidak hanya berfokus pada rehabilitasi mangrove, melainkan juga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Perhatian program mencakup aspek ekologi dan sosial ekonomi.
Sisa target hingga 2027
PPIU Manager M4CR Kalimantan Utara Tahun 2026, Akhmad Ashar Sarif, menyatakan masih ada sekitar 3.100 hektare yang perlu diselesaikan hingga 2027. Tim telah menyiapkan penanaman lanjutan seluas 800 hektare serta tambahan dukungan sekitar 370 hektare, sehingga rencana penanaman berikutnya mencapai 1.170 hektare.
Akhmad menambahkan, dampak silvofishery terhadap lingkungan dan perekonomian masyarakat masih memerlukan riset lebih lanjut. Informasi yang tersedia selama ini sebagian besar berasal dari pengalaman kelompok masyarakat di daerah dan perlu dikonfirmasi melalui penelitian yang lebih menyeluruh.
Sumber: Berau Post




Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!