Terkini

Mentan Amran Pastikan Cadangan Beras 4,5 Juta Ton untuk Hadapi El Nino Ekstrem

Cadangan beras pemerintah mencapai 4,5 juta ton untuk mengantisipasi El Nino ekstrem dan menjaga ketahanan pangan nasional.

Image Source : https://jambi.antaranews.com/

Pemerintah memastikan cadangan beras nasional mencapai 4,5 juta ton sebagai langkah antisipasi menghadapi ancaman El Nino ekstrem dan kekeringan. Persiapan tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, memastikan cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 4,5 juta ton. Stok tersebut merupakan hasil persiapan pemerintah selama dua tahun untuk menghadapi potensi El Nino ekstrem yang dapat memicu kekeringan.
Amran menyampaikan bahwa pemerintah telah mengantisipasi dampak fenomena iklim tersebut sejak jauh hari. Dengan ketersediaan cadangan beras yang memadai, pemerintah optimistis kebutuhan pangan masyarakat tetap dapat terpenuhi meskipun terjadi gangguan cuaca.
Cadangan Beras Meningkat
Berdasarkan catatan Bapanas, jumlah cadangan beras pemerintah meningkat hingga sekitar 200 persen dibandingkan Oktober 2023, ketika stok tercatat sebanyak 1,51 juta ton. Peningkatan tersebut berasal dari produksi beras dalam negeri.
Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi beras nasional selama Januari hingga September 2026 mencapai 28,39 juta ton. Penyerapan gabah oleh pemerintah yang setara dengan beras mencapai sekitar 4,1 juta ton atau 14,4 persen dari total produksi. Dengan demikian, pelaku usaha swasta dan penggilingan beras tetap memiliki kesempatan untuk menyerap hasil panen petani.
Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan
Selain beras, cadangan pangan pemerintah juga mencakup sejumlah komoditas lainnya. Stok jagung pakan tercatat sebanyak 84 ribu ton, minyak goreng mencapai 26 ribu kiloliter, serta daging ayam sebanyak 39 ton yang dikelola ID Food.
Untuk komoditas yang mudah rusak, seperti cabai, bawang merah, dan telur ayam ras, pemerintah mengandalkan produksi dalam negeri yang dinilai mampu memenuhi kebutuhan konsumsi.
Amran juga menyampaikan optimisme bahwa Indonesia dapat mempertahankan swasembada pangan secara berkelanjutan pada 2026. Penguatan cadangan pangan dan kesiapan menghadapi perubahan iklim menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga pasokan pangan nasional
Bagaimana reaksi Anda?
Nilai artikel ini
Belum ada penilaian

Mungkin Anda suka

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *