Gubernur Banten Andra Soni menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat sangat membantu pembangunan fisik daerah, termasuk membangun 81 kilometer irigasi dan memperbaiki sekolah, dalam sambutannya pada Visitasi Kepimpinan Nasional Tingkat II Angkatan 34 tahun 2026 di Pendopo Gubernur, Serang, Kamis (15/10/2026).
Manfaat MBG untuk Infrastruktur dan Pendidikan
Andra menjelaskan bahwa kehadiran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuka peluang besar bagi pembangunan infrastruktur irigasi di Banten. Ia menyebutkan, selama program berjalan, pemerintah daerah berhasil membangun sekitar 81 kilometer jaringan irigasi senilai hampir Rp500 miliar. “Dulu gak ada MBG kami gak dapet irigasi. Sekarang ada MBG kami dapet irigasi 81 kilometer nilainya hampir Rp500 miliar,” katanya. Bahkan, pada tahun kedua, bantuan dengan nilai yang sama masih terus mengalir ke daerahnya, memperkuat upaya pembangunan fisik di wilayah tersebut.
Selain pembangunan irigasi, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga berdampak pada perbaikan sekolah yang sebelumnya banyak rusak dan tidak tersentuh. “Dulu gak ada MBG, sekolah kami rusak gak ada perbaikan. Sekarang ada MBG, ternyata kita masih bisa memperbaiki sekolah-sekolah,” tambah Andra, yang merasa sangat terbantu meskipun TKD berkurang.
Capaian Kesehatan dan Akses Layanan
Andra juga menyoroti capaian layanan cek kesehatan gratis (CKG) yang telah menjangkau 7,2 juta warga Banten pada tahun 2026. Meskipun sempat muncul kekhawatiran terkait stres yang dialami warga setelah mengetahui kondisi kesehatannya, layanan kesehatan tetap siap memberikan pelayanan. “Alhamdulillah di Provinsi Banten UHC kami sudah 98%, puskesmasnya aktif, dan kami beruntung berbatasan dengan Jakarta, di mana ada sekitar lebih dari 130 rumah sakit swasta yang berada di wilayah kita,” ujarnya.
Upaya Pemerataan Akses dan Pembangunan Desa
Menurut Andra, keberhasilan pembangunan bergantung pada tata kelola yang terintegrasi dan akses yang merata. Pemprov Banten menjalankan program Bangun Jalan Desa Sejahtera (BJDS) untuk mendukung hal tersebut. Ia menambahkan bahwa pendidikan dan kesehatan tidak hanya soal fasilitas, tapi juga akses.
Kami masih sering mendengar cerita dari warga Banten bahwa saat melahirkan, mereka harus ditandu menggunakan kain sarung dan bambu, dan hal itu memang benar adanya, ungkapnya. Oleh karena itu, Pemprov melakukan intervensi dalam pembangunan jalan desa dan kabupaten agar masyarakat lebih mudah mengakses puskesmas dan sekolah.
Kami membangun keyakinan kepada seluruh kepala daerah untuk memulai pembangunan dari tingkat desa guna mewujudkan pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam pembangunan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Provinsi Banten secara menyeluruh.
Sumber: Fakta Banten




Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!