Terkini

Dinkop UKM Sleman Gandeng 75 Mitra Usaha untuk Perluas Pasar UMKM Lokal

Dinkop UKM Sleman mempertemukan 100 UMKM yang terkurasi dengan 75 mitra usaha untuk memperluas pasar, membuka peluang kerja sama, dan memperkuat ekonomi daerah.

Image Source: radarjogja.jawapos.com

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Dinkop UKM) terus mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui perluasan jaringan kemitraan. Sebanyak 100 pelaku UMKM terpilih dipertemukan dengan 75 calon mitra usaha dalam kegiatan business matching yang berlangsung di PRIMA SR Hotel & Convention Yogyakarta, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk lokal sekaligus memperkuat hubungan kerja sama antara pelaku UMKM dengan berbagai sektor usaha.

Kepala Dinkop UKM Kabupaten Sleman, Sutiasih, menjelaskan bahwa program temu kemitraan dirancang sebagai fasilitas pemerintah untuk mempertemukan pelaku usaha kecil dengan dunia industri, perusahaan, serta sejumlah pemangku kepentingan.

Melalui pertemuan tersebut, para peserta memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan produk, menjajaki potensi kerja sama, dan membahas peluang pengembangan usaha bersama calon mitra bisnis.

Menurut Sutiasih, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengetahui tanggapan calon mitra terhadap produk yang ditawarkan UMKM sehingga pelaku usaha dapat memahami kebutuhan pasar secara lebih baik.

Libatkan 75 Mitra dari Berbagai Sektor Usaha

Program kemitraan ini melibatkan beragam sektor bisnis, mulai dari badan usaha milik daerah (BUMD), perhotelan, pusat perbelanjaan, pusat oleh-oleh, restoran, jasa katering, hingga perusahaan ritel.

Selain itu, calon mitra juga berasal dari sektor kesehatan, pendidikan, pariwisata, toko modern, serta usaha perjalanan wisata.

Keberagaman mitra tersebut membuka kesempatan bagi UMKM untuk menjajaki pemasaran produk melalui berbagai saluran usaha sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing sektor.

Sementara itu, 100 UMKM yang mengikuti kegiatan berasal dari sejumlah bidang usaha, meliputi kuliner, fesyen, kerajinan, dan pertanian.

Sebelum mengikuti pertemuan, seluruh peserta telah melalui tahapan seleksi untuk memastikan kesiapan produk yang akan diperkenalkan kepada calon mitra.

Sebanyak 100 UMKM Lolos Proses Kurasi

Sutiasih mengungkapkan bahwa proses seleksi awal diikuti oleh 150 pelaku UMKM. Dari jumlah tersebut, sebanyak 100 peserta dinyatakan lolos kurasi dan berhak mengikuti kegiatan temu kemitraan.

Proses penilaian dilakukan oleh petugas yang memiliki sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Tidak hanya melalui tahapan seleksi, peserta terpilih juga memperoleh pembekalan dari narasumber ahli sebagai persiapan sebelum bertemu dengan calon mitra usaha.

Pembekalan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memaksimalkan kesempatan kerja sama dan meningkatkan peluang produknya diterima oleh pasar yang lebih luas.

Adapun bagi pelaku usaha yang belum berhasil lolos seleksi, Dinkop UKM Sleman telah menyiapkan kegiatan pendampingan yang dijadwalkan berlangsung pada 11 November 2026.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pembinaan tidak hanya diberikan kepada peserta terpilih, tetapi juga tetap menjangkau pelaku UMKM yang masih membutuhkan penguatan kapasitas usaha.

Kerja Sama Akan Dipantau dan Dievaluasi

Dinkop UKM Sleman memastikan bahwa dukungan kepada pelaku usaha tidak berhenti setelah kegiatan temu kemitraan selesai.

Sutiasih menjelaskan bahwa pemerintah daerah akan melaksanakan tahapan pelaporan, pemantauan, dan evaluasi untuk mengetahui perkembangan hubungan bisnis yang terbentuk selama kegiatan.

Proses tersebut dilakukan guna memastikan keberlanjutan transaksi dan kerja sama antara UMKM dengan para mitra usaha.

Dengan adanya tindak lanjut, kegiatan temu kemitraan diharapkan tidak sebatas mempertemukan calon pembeli dan penyedia produk, tetapi juga mampu menghasilkan hubungan usaha yang berkesinambungan.

UMKM Dinilai Berperan Penting dalam Pertumbuhan Ekonomi

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sleman, Makwan, menegaskan bahwa UMKM merupakan salah satu sektor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, penguatan kapasitas dan pengembangan usaha masyarakat berpotensi memberikan dampak terhadap peningkatan aktivitas perekonomian sekaligus membuka kesempatan kerja baru.

Makwan menilai program temu kemitraan memiliki fungsi penting sebagai penghubung antara potensi produk lokal dan kebutuhan dunia usaha.

Karena itu, kegiatan tersebut diharapkan menghasilkan peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi pelaku UMKM, bukan sekadar menjadi agenda pertemuan formal.

Pandangan serupa disampaikan Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Sleman, Respati Agus Sasangka. Ia menekankan bahwa perkembangan usaha masyarakat memiliki hubungan erat dengan pertumbuhan perekonomian daerah.

Respati menilai keberhasilan pengembangan UMKM membutuhkan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha. Pemerintah memiliki peran dalam menyediakan fasilitas, dukungan regulasi, serta penganggaran, sementara pelaku UMKM perlu terus meningkatkan kreativitas dalam mengembangkan usahanya.

Menurutnya, kolaborasi yang berjalan dengan baik dapat memperkuat kesempatan usaha dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui program yang mempertemukan 100 UMKM dengan 75 mitra potensial tersebut, Pemkab Sleman berupaya memperluas peluang pemasaran produk lokal sekaligus mendorong terciptanya hubungan bisnis yang berkelanjutan.

Keberlanjutan pendampingan dan pemantauan kerja sama menjadi bagian penting agar manfaat program dapat dirasakan oleh pelaku usaha serta berkontribusi terhadap penguatan perekonomian Kabupaten Sleman.

Sumber: Radar Jogja

Bagaimana reaksi Anda?
Nilai artikel ini
Belum ada penilaian

Mungkin Anda suka

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *