Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga cabai merah dan cabai rawit semakin meluas di berbagai daerah pada pekan keempat Oktober 2026. Harga cabai merah meningkat di 327 kabupaten/kota, sedangkan cabai rawit mengalami kenaikan di 269 kabupaten/kota yang masuk dalam pemantauan.
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa harga cabai merah naik sebesar 23,47 persen dibandingkan September 2026. Kenaikan tersebut terjadi di 90,83 persen dari seluruh kabupaten/kota yang dipantau pemerintah.
Jika dibandingkan dengan Desember 2025, harga cabai merah telah meningkat sebesar 22,43 persen. Rata-rata harga nasional komoditas tersebut mencapai Rp70.849 per kilogram, melampaui harga acuan pemerintah (HAP) yang ditetapkan sebesar Rp55.000 per kilogram.
Kenaikan harga juga terjadi pada cabai rawit. BPS mencatat harga cabai rawit meningkat 12,49 persen dibandingkan September 2026. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Desember 2025, kenaikannya telah mencapai 29,71 persen.
Rata-rata harga cabai rawit secara nasional tercatat sebesar Rp88.642 per kilogram. Kenaikan harga komoditas ini terjadi di 269 kabupaten/kota atau sekitar 74,72 persen dari wilayah yang dipantau BPS. Harga tersebut juga jauh melampaui HAP cabai rawit yang ditetapkan sebesar Rp57.000 per kilogram.
Ateng menjelaskan bahwa hampir seluruh kabupaten/kota yang dipantau telah mencatat harga cabai rawit di atas harga acuan pemerintah. Salah satu wilayah dengan selisih harga tertinggi adalah Kabupaten Teluk Bintuni, dengan harga mencapai Rp157.500 per kilogram atau 176,32 persen di atas HAP.
Kenaikan harga cabai merah dan cabai rawit tersebut menjadi perhatian dalam pemantauan perkembangan harga pangan nasional. Pemerintah perlu terus mengawasi pergerakan harga di berbagai daerah untuk mengantisipasi tekanan terhadap daya beli masyarakat serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Data tersebut disampaikan BPS dalam Rapat Pengendalian Inflasi Daerah pada Senin (26/10/2026), sebagai bagian dari pemantauan perkembangan harga komoditas pangan di berbagai wilayah Indonesia.


Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!