Terkini

Hetifah Dorong Madrasah dan Pesantren Kaltim Kuasai Teknologi Digital

Hetifah Sjaifudian meminta literasi digital diperkuat di madrasah dan pesantren Kalimantan Timur. Ia menilai pemahaman teknologi tetap penting meski penggunaan perangkat komunikasi dibatasi.

Images Source : Kaltim Post

Hetifah Dorong Madrasah dan Pesantren di Kaltim Kuasai Teknologi Digital

Anggota Komisi VIII DPR RI Hetifah Sjaifudian mendorong madrasah dan pesantren di Kalimantan Timur memperkuat penguasaan literasi digital. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia pada pendidikan keagamaan perlu menjadi prioritas agar santri siap menghadapi perkembangan teknologi.

Hetifah menilai madrasah dan pesantren telah memiliki kurikulum yang baik serta tenaga pengajar berdedikasi. Namun, pemanfaatan teknologi di sejumlah lembaga pendidikan tersebut dinilainya belum optimal.

“Tentu saja dengan kondisi madrasah yang saat ini mungkin belum bisa maksimal memanfaatkan teknologi, apalagi pesantren karena di pesantren kan kita tidak bisa menggunakan handphone, namun juga papan interaktif digitalnya juga belum ada,” ujar Hetifah, Rabu (4/11).

Teknologi untuk pembelajaran

Ia mengatakan teknologi dapat mendukung proses pembelajaran. Pembatasan penggunaan perangkat komunikasi di pesantren, menurut Hetifah, tidak menghilangkan kebutuhan santri untuk memahami perkembangan teknologi.

Hetifah juga mengapresiasi santri Pondok Pesantren Hidayatullah di Kota Balikpapan yang disebut telah terbiasa memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Para santri tersebut, menurutnya, sudah terampil menggunakan platform AI seperti ChatGPT dan Claude dalam aktivitas sehari-hari.

Perkembangan AI yang cepat

Politikus Partai Golkar itu menyoroti laju perkembangan teknologi AI dalam beberapa tahun terakhir. Ia membandingkan kemampuan platform AI saat ini dengan perkembangan teknologi serupa pada 2020.

“Dalam lima tahun terakhir ini ChatGPT sudah jauh lebih pandai dari seorang expert S3. Padahal dia sekolah hanya lima tahun dibanding tahun 2020 yang masih sangat bodoh,” tambahnya.

Fasilitasi guru dan pengelola

Hetifah menilai kesenjangan antara pendidikan formal yang memerlukan belasan tahun dan perkembangan teknologi yang cepat perlu disikapi secara bijak. Ia berharap guru serta pengelola lembaga pendidikan memfasilitasi santri agar memahami dan memanfaatkan teknologi secara tepat, sehingga madrasah dan pesantren Kaltim dapat mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan karakter serta nilai pendidikan keagamaan.

Sumber: Kaltim Post

Bagaimana reaksi Anda?
Nilai artikel ini
Belum ada penilaian

Mungkin Anda suka

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *