Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan perubahan pola konsumsi informasi mendorong perusahaan media untuk meninjau kembali strategi bisnis mereka. Ketergantungan terhadap pendapatan iklan dan jumlah kunjungan digital dinilai tidak lagi cukup menjadi satu-satunya landasan dalam menjaga keberlanjutan industri media.
Persoalan tersebut menjadi pembahasan dalam Indonesia Digital Media Conference (IDMC) 2026 yang berlangsung di Hotel Shangri-La, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (28/10/2026).
Melalui sesi diskusi bertajuk Diversifikasi Bisnis Media 2027: AI, Kreator dan Komunitas, para pelaku industri media membahas peluang pengembangan sumber pendapatan baru melalui pemanfaatan data, layanan informasi berlangganan, riset, serta penguatan hubungan dengan komunitas dan pelaku usaha lokal.
Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber dari perusahaan media dan penyedia layanan informasi digital, yakni Co-Founder sekaligus Chief Operating Officer (COO) Katadata Ade Wahyudi, Chief Executive Officer (CEO) Hukumonline Arkka Dhiratara, serta Founder sekaligus CEO Blokbojonegoro.com Muhammad Abdul Qohhar.
Ketiganya hadir dalam forum yang membahas strategi pengembangan bisnis media di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan audiens.
Ketergantungan pada Iklan Digital Menjadi Tantangan Industri Media
Co-Founder dan COO Katadata, Ade Wahyudi, menyoroti ketergantungan perusahaan media terhadap platform digital dalam menjangkau pembaca.
Menurutnya, perusahaan media perlu mengembangkan hubungan yang lebih langsung dengan audiens agar keberlangsungan bisnis tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh perubahan pada platform distribusi konten.
Selama ini, jumlah kunjungan pembaca dan pendapatan iklan menjadi bagian penting dalam model bisnis media digital. Namun, perubahan teknologi serta perilaku masyarakat dalam mencari informasi membuat perusahaan media perlu mempertimbangkan pendekatan yang lebih beragam.
Ade menilai pengembangan produk informasi yang memiliki kegunaan khusus bagi pelanggan dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperluas sumber pendapatan.
Pendekatan tersebut menempatkan media bukan hanya sebagai penyedia berita, tetapi juga sebagai pengelola informasi yang dapat diolah menjadi layanan sesuai kebutuhan pengguna.
Dengan demikian, nilai bisnis perusahaan media tidak harus semata-mata ditentukan oleh besarnya trafik, melainkan juga oleh relevansi dan manfaat informasi yang dihasilkan.
Katadata Kembangkan Produk Data untuk Kebutuhan Pemerintah dan Bisnis
Sebagai contoh penerapan strategi diversifikasi, Ade menjelaskan pengembangan produk data yang dilakukan Katadata melalui layanan regional data dashboard.
Layanan tersebut menyajikan berbagai informasi mengenai suatu daerah, mulai dari profil wilayah, pemetaan, perbandingan antardaerah, hingga modul yang berkaitan dengan potensi investasi.
Informasi yang dihimpun kemudian disusun dalam bentuk produk data yang dapat digunakan oleh pemerintah maupun pihak lain yang membutuhkan gambaran mengenai kondisi dan peluang suatu wilayah.
Melalui pendekatan tersebut, data tidak hanya dimanfaatkan sebagai pendukung pemberitaan, tetapi juga dikembangkan menjadi produk informasi yang mempunyai nilai ekonomi.
Pengembangan produk berbasis data menjadi salah satu contoh bagaimana perusahaan media dapat memanfaatkan kemampuan pengumpulan, pengolahan, dan penyajian informasi untuk menjangkau pasar yang lebih spesifik.
Pemerintah daerah, perusahaan, dan pelaku usaha merupakan kelompok yang dapat membutuhkan informasi terstruktur dalam melakukan perencanaan maupun mempertimbangkan keputusan bisnis.
Dengan menghadirkan data yang relevan dan mudah dipahami, perusahaan media memiliki peluang memperluas layanan di luar aktivitas penerbitan berita.
Riset dan Isu Keberlanjutan Berpeluang Menjadi Lini Bisnis
Selain pengembangan dashboard data, Ade juga menyoroti peluang bisnis dalam penyediaan riset dan kajian mengenai isu keberlanjutan atau sustainability.
Menurutnya, perusahaan nasional dan internasional membutuhkan informasi yang lebih mendalam mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan kegiatan usaha mereka.
Kebutuhan tersebut menciptakan peluang bagi perusahaan media yang memiliki kemampuan riset untuk menyediakan produk informasi sesuai bidang keahlian dan kebutuhan pasar.
Layanan riset dapat menjadi sarana untuk menghasilkan pendapatan melalui penyediaan kajian yang mempunyai kegunaan langsung bagi pelanggan.
Sementara itu, isu keberlanjutan menjadi salah satu bidang yang berpotensi dikembangkan karena berkaitan dengan kebutuhan perusahaan dalam memahami perkembangan lingkungan bisnis.
Ade juga menilai kegiatan yang melibatkan audiens dan komunitas dapat memperkuat loyalitas pembaca.
Hubungan yang terbangun melalui komunitas memungkinkan perusahaan media memahami kebutuhan penggunanya secara lebih dekat sekaligus mengidentifikasi peluang pengembangan produk baru.
Dengan demikian, kegiatan komunitas tidak hanya dipandang sebagai sarana interaksi, tetapi juga sebagai bagian dari strategi membangun hubungan jangka panjang dengan audiens.
Hukumonline Terapkan Model Bisnis Informasi Berlangganan
Dalam kesempatan yang sama, CEO Hukumonline Arkka Dhiratara membahas pengembangan model bisnis berbasis langganan sebagai alternatif pendapatan perusahaan media.
Arkka menilai perusahaan penyedia informasi tidak harus selalu menempatkan jumlah pengunjung sebagai indikator utama keberhasilan bisnis.
Menurutnya, produk informasi yang mempunyai manfaat praktis bagi pelanggan dapat dikembangkan menjadi layanan berbayar yang menghasilkan pendapatan langsung.
Model tersebut dinilai memiliki peluang terutama pada segmen business-to-business (B2B), yakni layanan yang ditawarkan kepada perusahaan atau organisasi sesuai kebutuhan operasional mereka.
Hukumonline menjadi salah satu contoh penyedia layanan informasi yang mengembangkan produk melalui pendekatan tersebut.
Perusahaan tidak hanya menyediakan akses terhadap dokumen peraturan, tetapi juga menyajikan analisis mengenai perubahan regulasi dan kemungkinan dampaknya terhadap kegiatan operasional perusahaan.
Melalui layanan tersebut, pelanggan dapat memperoleh informasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan profesional maupun kegiatan bisnis.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa penyediaan informasi yang bersifat khusus dapat memiliki nilai komersial ketika mampu membantu pengguna memahami persoalan secara lebih mendalam.
Kecerdasan Buatan Dapat Meningkatkan Nilai Produk Informasi
Pengembangan bisnis informasi juga berkaitan erat dengan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.
Arkka menjelaskan bahwa Hukumonline telah mengintegrasikan asisten AI dengan basis data internal untuk membantu pelanggan menemukan informasi yang mereka butuhkan.
Melalui sistem tersebut, pengguna dapat mengajukan pertanyaan dan memperoleh jawaban berdasarkan informasi yang tersedia dalam layanan.
Integrasi antara teknologi AI dan basis data menjadi bagian penting dalam pengembangan produk informasi digital.
Namun, manfaat teknologi tersebut tetap bergantung pada kualitas informasi yang digunakan sebagai dasar penyusunan jawaban.
Data yang lengkap, diperbarui secara berkala, dan dapat dipercaya menjadi unsur penting agar layanan berbasis AI mampu memberikan informasi yang relevan kepada pelanggan.
Oleh karena itu, penggunaan AI tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan perusahaan untuk membangun serta mengelola basis data yang berkualitas.
Pengembangan teknologi ini juga menunjukkan bahwa AI dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan layanan informasi, bukan sekadar digunakan dalam proses produksi konten.
Media Berpeluang Mengembangkan Layanan Informasi Khusus
Model bisnis yang diterapkan Hukumonline memperlihatkan adanya peluang bagi perusahaan media untuk mengembangkan produk berdasarkan bidang keahlian dan karakteristik audiens masing-masing.
Perusahaan media yang memiliki kekuatan pada sektor tertentu dapat mempertimbangkan pengembangan basis data khusus, laporan industri, maupun layanan analisis yang menjawab kebutuhan pengguna.
Produk tersebut memiliki karakteristik berbeda dengan berita harian yang umumnya dikonsumsi secara luas.
Layanan informasi khusus dapat dirancang untuk memenuhi kebutuhan kelompok pelanggan yang membutuhkan data lebih terperinci dalam menjalankan pekerjaan atau kegiatan usaha.
Dalam konteks ini, kemampuan perusahaan media mengelola informasi menjadi salah satu sumber daya penting untuk mengembangkan model pendapatan alternatif.
Pemanfaatan AI juga dapat mendukung kemudahan pencarian dan penyajian informasi apabila dikembangkan dengan dukungan data yang memadai.
Dengan pendekatan tersebut, media memiliki ruang untuk memperluas kegiatan bisnis tanpa harus meninggalkan fungsi utamanya sebagai penyedia informasi.
Komunitas dan Kedekatan dengan Audiens Jadi Bagian dari Strategi
Selain data dan teknologi, pengembangan hubungan dengan komunitas menjadi salah satu tema penting dalam diskusi IDMC 2026.
Kegiatan komunitas dapat memberikan kesempatan bagi perusahaan media untuk membangun interaksi yang lebih langsung dengan pembaca dan kelompok pengguna tertentu.
Melalui hubungan tersebut, perusahaan media berpeluang memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kebutuhan informasi masyarakat.
Kedekatan dengan komunitas juga dapat menjadi dasar untuk mengembangkan kegiatan, layanan, maupun produk yang sesuai dengan karakteristik audiens.
Pendekatan ini berbeda dengan strategi yang hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan ke situs berita.
Hubungan yang terbangun secara berkelanjutan dinilai dapat membantu perusahaan media memperkuat loyalitas pengguna sekaligus membuka peluang pengembangan bisnis.
Dalam menghadapi perubahan perilaku audiens, penguatan hubungan langsung dengan pembaca menjadi salah satu strategi yang dibahas untuk mengurangi ketergantungan terhadap platform digital.
Diversifikasi Bisnis Menjadi Perhatian Industri Media Menuju 2027
Pembahasan dalam IDMC 2026 menggambarkan berbagai peluang yang dapat dipertimbangkan perusahaan media untuk menghadapi perubahan industri digital.
Pengembangan produk data, layanan informasi berlangganan, riset, teknologi AI, dan jaringan komunitas menjadi sejumlah pendekatan yang dibahas dalam forum tersebut.
Model bisnis berbasis data memungkinkan informasi yang telah dikumpulkan dan diolah menjadi produk yang dapat digunakan oleh pemerintah maupun pelaku usaha.
Sementara itu, sistem berlangganan memberikan peluang bagi perusahaan media untuk memperoleh pendapatan langsung dari pelanggan yang membutuhkan layanan informasi khusus.
Pemanfaatan AI dapat membantu meningkatkan kemampuan pencarian dan penyajian informasi, sedangkan penguatan komunitas diarahkan untuk membangun hubungan yang lebih berkelanjutan dengan audiens.
Berbagai pendekatan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan media memiliki pilihan untuk mengembangkan sumber pendapatan di luar iklan digital.
Meski demikian, penerapan strategi bisnis perlu disesuaikan dengan kapasitas perusahaan, karakteristik produk, serta kebutuhan pasar yang dilayani.
Melalui diskusi IDMC 2026, para pelaku industri media didorong untuk melihat pengembangan teknologi dan perubahan perilaku pembaca sebagai faktor penting dalam merancang keberlanjutan usaha.
Diversifikasi bisnis diharapkan dapat menjadi salah satu langkah perusahaan media dalam mempertahankan relevansi layanan sekaligus memperkuat kemampuan beradaptasi menghadapi perkembangan industri digital pada 2027.



Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!