Terkini

BNPT latih 250 pelajar Surabaya dan Sidoarjo buat konten damai

BNPT mengajak pelajar memproduksi konten edukatif untuk menangkal radikalisme yang kini kian cepat menyebar melalui ruang digital.

Images Source : ANTARA News

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melatih 250 pelajar dari Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, membuat konten damai untuk mencegah penyebaran paham radikal melalui media sosial dan gim daring dalam kegiatan Digital Peace Creator di Surabaya, Kamis.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Kesiapsiagaan Nasional dan Kontra-Radikalisasi BNPT Inspektur Jenderal Polisi Wawan Ridwan mengatakan pola penyebaran radikalisme kini berubah dari cara konvensional ke ruang digital.

Kalau dulu secara konvensional mengajak dari pintu ke pintu, kemudian untuk melakukan kekerasan. Sekarang polanya berubah. Mereka menyebarkan paham melalui media sosial,” kata Pelaksana Tugas Deputi Bidang Kesiapsiagaan Nasional dan Kontra-Radikalisasi BNPT Inspektur Jenderal Polisi Wawan Ridwan dalam kegiatan Digital Peace Creator di Surabaya, Kamis.

Ancaman di ruang digital

Menurut Wawan, penyebaran ideologi kekerasan melalui ruang digital menjadi tantangan serius karena dapat menjangkau anak-anak dan remaja tanpa pertemuan langsung dengan kelompok penyebarnya. BNPT menemukan anak-anak berusia sekitar 11 hingga 18 tahun yang terpapar dan teridentifikasi terlibat dalam komunitas dengan ideologi kekerasan.

Ia juga menyoroti sejumlah kasus, termasuk kejadian di SMA Negeri 72 Jakarta serta beberapa kasus di Sumatera Barat dan Kalimantan Barat. Gim daring, menurut dia, berpotensi dimanfaatkan untuk menjangkau anak-anak dan menghubungkan mereka dengan komunitas penyebar ideologi kekerasan.

“Ini lebih cepat daripada konvensional. Kalau konvensional, seseorang harus bertemu dengan kelompok radikal. Kalau melalui media sosial, penyebarannya lebih cepat. Ini yang sangat berbahaya dan harus kita antisipasi,” ujarnya.

Pelajar membuat pesan perdamaian

BNPT memperkuat literasi digital pelajar melalui program Digital Peace Creator, pelatihan pembuatan konten edukatif untuk mencegah penyebaran radikalisme dan terorisme. Kegiatan melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur itu menjadi bagian dari rangkaian program BNPT bersama FKPT di berbagai daerah.

Sebelumnya, program literasi digital dijalankan di Sumatera Utara dengan sasaran guru dan tenaga pendidik. Kegiatan di Surabaya secara khusus menyasar pelajar agar lebih bijak memakai gawai dan media sosial.

Membentengi penggunaan media sosial

BNPT berharap para peserta mampu mengenali konten bermuatan kekerasan serta memproduksi dan menyebarkan pesan positif yang mengedepankan perdamaian, toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan. Dengan demikian, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pengguna media digital, tetapi juga berperan aktif menangkal narasi radikalisme dan kekerasan di ruang digital.

“Kita ingin membentengi anak-anak agar menggunakan gawai atau media sosial secara bijak. Sehingga mereka bisa mengetahui mana yang boleh dan mana yang tidak,” katanya.

Sumber: ANTARA News

Bagaimana reaksi Anda?
Nilai artikel ini
Belum ada penilaian

Mungkin Anda suka

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *