Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong pengembangan komoditas kopi robusta melalui pemanfaatan klon unggul yang dihasilkan dari inovasi petani lokal. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas perkebunan sekaligus memberikan pengakuan terhadap kemampuan petani dalam mengembangkan tanaman kopi berkualitas.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Desti Arisandi, menyampaikan bahwa petani kopi di wilayah Lampung, khususnya Kabupaten Lampung Barat, memiliki kreativitas dalam menghasilkan berbagai klon kopi robusta unggul.
Menurutnya, pemerintah daerah memberikan apresiasi terhadap inovasi tersebut dengan mendukung pengembangan klon hasil seleksi dan pembudidayaan petani agar dapat dimanfaatkan secara lebih luas.
Pengembangan Klon Unggul di Kebun Induk Hanakau
Salah satu langkah yang dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung adalah mengembangkan klon kopi robusta unggul lokal di Kebun Induk Hanakau, Kabupaten Lampung Barat.
Fasilitas tersebut memiliki kawasan kebun koleksi dan kebun produksi dengan luas mencapai 10 hektare. Area ini dimanfaatkan untuk pengembangan tanaman kopi, termasuk penerapan teknik penyambungan menggunakan klon unggul hasil inovasi petani setempat.
Desti menjelaskan bahwa pengembangan tersebut juga diarahkan untuk mengatasi persoalan tanaman kopi yang sudah memasuki usia tua dan mengalami penurunan produktivitas.
Dari keseluruhan lahan seluas 10 hektare, sekitar 6 hektare di antaranya ditanami kopi yang telah berusia 15 hingga 20 tahun. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian tanaman tidak lagi menghasilkan secara optimal.
Untuk mengatasi permasalahan itu, pemerintah daerah memanfaatkan teknik penyambungan klon unggul pada tanaman yang telah tersedia. Upaya ini diharapkan mampu mengembalikan kemampuan produksi tanaman tanpa harus mengganti seluruh pohon kopi yang sudah tumbuh.
Klon Lokal Mulai Menunjukkan Hasil Produktif
Pengembangan klon unggul lokal di Kebun Induk Hanakau telah memperlihatkan perkembangan positif. Sejumlah tanaman kopi yang sebelumnya mendapatkan perlakuan penyambungan dilaporkan kembali memasuki fase produktif.
Bahkan, terdapat tanaman hasil penyambungan klon unggul lokal yang sudah menghasilkan buah ketika berusia sekitar dua tahun.
Perkembangan tersebut menunjukkan potensi pemanfaatan klon lokal dalam mendukung peremajaan tanaman kopi serta memperluas keragaman bahan tanaman yang digunakan pada perkebunan robusta Lampung.
Selain berorientasi pada peningkatan hasil perkebunan, program pengembangan ini juga menjadi bentuk penghargaan terhadap kontribusi petani dalam menghasilkan inovasi secara mandiri.
Pemerintah Provinsi Lampung berharap klon-klon unggul lokal yang dikembangkan tersebut pada akhirnya dapat melalui proses pelepasan varietas, sehingga memperoleh pengakuan yang lebih luas.
Produksi Kopi Robusta Lampung Mengalami Peningkatan
Pengembangan klon unggul lokal berlangsung di tengah peningkatan produksi kopi robusta di Provinsi Lampung.
Berdasarkan data produksi tahun 2025, hasil kopi robusta Lampung mencapai 127.578 ton. Angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 120.377 ton.
Sementara itu, total luas areal perkebunan kopi robusta di Lampung pada 2025 mencapai 152.527 hektare.
Dari keseluruhan areal tersebut, seluas 137.792 hektare merupakan tanaman menghasilkan, sedangkan 7.921 hektare masih berada dalam kategori tanaman belum menghasilkan. Adapun 6.814 hektare lainnya tercatat sebagai tanaman rusak atau telah berusia tua.
Komposisi tersebut memperlihatkan masih adanya areal perkebunan yang memerlukan perhatian dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan produktivitas kopi robusta daerah.
Melalui pengembangan klon unggul hasil inovasi petani, Pemerintah Provinsi Lampung berupaya mengoptimalkan potensi tanaman kopi yang telah tersedia sekaligus mendukung keberlanjutan produksi komoditas perkebunan tersebut.
Inisiatif ini juga menempatkan kreativitas petani lokal sebagai bagian penting dalam pengembangan sektor perkebunan, khususnya untuk memperkuat produktivitas dan keberagaman kopi robusta Lampung.
Sumber: Antara News Lampung



Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!