Faisal Dudayef, kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Serang, Provinsi Banten, secara resmi menjadi calon Ketua Umum Pengurus Besar HMI (PB HMI) menjelang Kongres XXXIII yang akan diselenggarakan di Bandar Lampung pada November 2026. Ia mengusung inovasi dalam kaderisasi dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.
Pengalaman dan Latar Belakang Faisal Dudayef
Faisal memiliki pengalaman organisasi yang luas, antara lain sebagai Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda HMI Komisariat FKIP, Ketua Umum HMI Cabang Serang periode 2019-2020, serta fungsionaris Pengurus Besar HMI pada periode 2023-2025. Dari segi akademik, ia merupakan lulusan Sarjana Pendidikan Sosiologi dan Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dan saat ini sedang menempuh pendidikan doktoral Ilmu Komunikasi di Universitas Sahid Jakarta.
Program HMI Intellectual Legacy AI
Faisal memperkenalkan program utama bernama HMI Intellectual Legacy AI yang bertujuan memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mendukung proses kaderisasi, memperluas akses terhadap pengetahuan, serta mendokumentasikan pemikiran tokoh-tokoh HMI seperti Lafran Pane dan Nurcholish Madjid. Program ini menyediakan sarana pembelajaran digital yang mencakup materi intelektual, literasi, serta ruang untuk eksplorasi gagasan.
Kongres tidak hanya merupakan pergantian kepemimpinan semata, melainkan juga menjadi momentum untuk merumuskan arah Himpunan Mahasiswa Islam agar tetap relevan dengan perubahan zaman, termasuk dalam menghadapi perkembangan kecerdasan buatan. Demikian disampaikan oleh Faisal Dudayef.
Faisal menegaskan bahwa kecerdasan buatan digunakan sebagai instrumen untuk memperkuat proses kaderisasi tanpa menggantikan peran instruktur, diskusi kritis, dan pembentukan karakter kader. Ia menambahkan, “AI harus kita jadikan instrumen untuk memperkuat kaderisasi, riset, literasi, dan produksi pengetahuan. HMI harus mampu beradaptasi dengan teknologi, bukan tertinggal oleh perubahan.
Harapan dan Tantangan Transformasi Digital
Faisal berharap HMI ke depan menjadi organisasi yang kuat secara nilai, maju secara teknologi, dan terbuka terhadap kolaborasi. Ia menekankan pentingnya kader menguasai teknologi sambil tetap mempertahankan nalar kritis dan independensi intelektual. Transformasi digital menurutnya harus tetap berlandaskan nilai-nilai perjuangan HMI.
Langkah selanjutnya adalah menunggu hasil Kongres HMI XXXIII yang akan menentukan arah organisasi serta kepemimpinan baru, sekaligus menjadi ujian terhadap penerimaan inovasi teknologi dalam proses kaderisasi HMI.
Sumber: BantenNews.co.id




Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!