Pemprov Sulawesi Selatan menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan layanan haji dan umrah dengan menyediakan lahan seluas 3.000 meter persegi untuk pembangunan kantor wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Dukungan ini diharapkan turut memperkuat fasilitas ibadah dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Pemprov Sulsel Siapkan Lahan 3.000 Meter Persegi untuk Kantor Kemenhaj, Pelayanan Jemaah Diperkuat
Pemprov Sulsel menyiapkan lahan 3.000 meter persegi untuk kantor Kemenhaj serta bantuan Rp10 miliar bagi pembangunan masjid Asrama Haji Makassar.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan lahan seluas 3.000 meter persegi untuk pembangunan Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah. Langkah ini menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas pelayanan bagi jemaah haji dan umrah.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, juga menyatakan dukungan terhadap pengembangan fasilitas pendukung ibadah haji. Salah satunya melalui bantuan sebesar Rp10 miliar untuk pembangunan masjid di Asrama Haji Makassar.
Tingkatkan Fasilitas dan Kenyamanan Jemaah
Penyediaan lahan kantor baru diharapkan memperkuat koordinasi dan pelaksanaan layanan haji serta umrah di Sulawesi Selatan. Dukungan infrastruktur yang memadai dinilai penting untuk menunjang kebutuhan jemaah dan meningkatkan efektivitas pelayanan.
Pemprov Sulsel juga mendorong sinergi dengan pemerintah pusat agar pengembangan fasilitas haji dan umrah dapat berjalan optimal, termasuk dalam mendukung peran Sulawesi Selatan sebagai salah satu wilayah penting bagi pelayanan jemaah di Indonesia Timur.
Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM
Selain meningkatkan pelayanan keagamaan, pengembangan sektor haji dan umrah dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar. Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menyebutkan bahwa belanja haji nasional mencapai sekitar Rp4 triliun, dengan Sulawesi Selatan diperkirakan menyumbang sekitar 25 persen.
Potensi tersebut dapat menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM lokal untuk terlibat dalam penyediaan berbagai kebutuhan jemaah. Dengan demikian, pengembangan fasilitas haji tidak hanya mendukung pelayanan ibadah, tetapi juga berpeluang menggerakkan perekonomian daerah.
Bagaimana reaksi Anda?



Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!