Terkini

Vale Indonesia Kembangkan HPAL Pomalaa untuk Material Baterai

Vale Indonesia mengembangkan pengolahan nikel HPAL di Pomalaa untuk menghasilkan MHP, bahan penting rantai pasok baterai kendaraan listrik global.

Images Source : Okezone

Dari Bumi Pomalaa Menuju Jantung Baterai Dunia

PT Vale Indonesia Tbk mengembangkan fasilitas pengolahan nikel berteknologi High-Pressure Acid Leach (HPAL) melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. Fasilitas di kawasan Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP) itu dirancang menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), material penting dalam rantai produksi baterai kendaraan listrik.

Pengembangan proyek tersebut menjadi bagian dari upaya hilirisasi nikel Indonesia agar masuk lebih dalam ke rantai pasok global baterai kendaraan listrik. Di kawasan IPIP, struktur baja, jaringan pipa, dan bejana bertekanan tinggi mencerminkan proses transformasi bijih nikel dari Pomalaa.

Nilai tambah mineral

Proyek Pomalaa tidak hanya berkaitan dengan pembangunan pabrik, kapasitas produksi, dan pasar global. Di balik investasi miliaran dolar serta penggunaan teknologi pengolahan modern, terdapat pertanyaan mengenai besarnya nilai tambah kekayaan mineral bagi Indonesia dan masyarakat.

Vale Indonesia membawa pengalaman pengelolaan industri nikel di Sorowako, Sulawesi Selatan, sejak 1968 untuk memperluas bisnisnya. Perusahaan yang sebelumnya berfokus pada produksi nikel dalam matte itu mulai memasuki pengolahan bijih nikel limonit menjadi MHP.

Perjalanan dari Sorowako

Perjalanan Vale Indonesia berawal saat perusahaan masih bernama PT International Nickel Indonesia atau PT Inco pada 1968. Perusahaan membangun fasilitas pertambangan dan pengolahan di Sorowako pada dekade 1970-an, lalu memulai produksi pada 1977.

Pada 2011, PT Inco berganti nama menjadi PT Vale Indonesia Tbk. Perubahan berikutnya terjadi pada 2024 ketika MIND ID memperkuat kepemilikannya menjadi sekitar 34 persen dan menjadi pemegang saham terbesar.

Pijakan proyek pertumbuhan

Di Sorowako, Vale Indonesia mengembangkan infrastruktur energi terintegrasi melalui PLTA Larona, Balambano, dan Karebbe dengan total kapasitas terpasang sekitar 365 megawatt. Produksi nikel dalam matte perusahaan pada 2025 mencapai 72.027 ton, meningkat dari 71.311 ton pada 2024.

Pengalaman mengelola pertambangan, pengolahan mineral, dan infrastruktur energi selama puluhan tahun menjadi pijakan tiga proyek pertumbuhan utama Vale Indonesia, yakni Pomalaa, Morowali, dan Sorowako Limonite. Jika Sorowako mencatat perjalanan panjang industri nikel perusahaan, Pomalaa menjadi arah baru Vale Indonesia dalam mendukung kebutuhan material baterai dunia.

Sumber: Okezone

Bagaimana reaksi Anda?
Nilai artikel ini
Belum ada penilaian

Mungkin Anda suka

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *