Terkini

Transfer Pusat Berkurang Rp140 Miliar, Pembahasan RAPBD Kuansing 2027 Ditunda untuk Revisi Anggaran

Pembahasan RAPBD Kuansing 2027 ditunda akibat berkurangnya transfer pusat sekitar Rp140 miliar. Pemkab diminta menyesuaikan anggaran dan program prioritas.

Image Source:riaupos.jawapos.com

Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, untuk tahun anggaran 2027 terpaksa dihentikan sementara. Keputusan tersebut diambil menyusul berkurangnya alokasi Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, yang berdampak pada perlunya penyesuaian kembali rancangan anggaran dan program pemerintah daerah.

Pengurangan dana transfer tersebut diperkirakan mencapai Rp140 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini mendorong Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Kuansing melakukan revisi terhadap dokumen Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) RAPBD 2027.

Penyesuaian anggaran diperlukan karena sejumlah program dan kegiatan yang sebelumnya diusulkan organisasi perangkat daerah (OPD) harus diselaraskan dengan kemampuan keuangan daerah setelah adanya perubahan alokasi dana dari pemerintah pusat.

Ketua DPRD Kuansing, H. Juprizal, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa penghentian sementara pembahasan RAPBD merupakan konsekuensi dari perubahan proyeksi pendapatan daerah yang memengaruhi struktur anggaran tahun mendatang.

Penurunan Dana Transfer Pusat Picu Revisi KUA-PPAS

Juprizal mengungkapkan bahwa pemerintah daerah sebelumnya telah menyusun rancangan KUA-PPAS berdasarkan proyeksi penerimaan anggaran yang direncanakan untuk tahun 2027.

Namun, perubahan besaran transfer keuangan dari pemerintah pusat menyebabkan pemerintah daerah perlu menghitung kembali alokasi belanja beserta program yang akan dijalankan.

Menurutnya, TAPD telah meminta tambahan waktu untuk melakukan penyesuaian terhadap dokumen KUA-PPAS sebelum proses pembahasan anggaran dilanjutkan bersama DPRD.

“Karena ada pengurangan TKD pusat ke daerah, tentu ini harus dilakukan penyesuaian ulang. Makanya TAPD meminta waktu untuk melakukan revisi KUA PPAS itu,” ujar Juprizal di Teluk Kuantan, Selasa (27/10/2026).

Penyesuaian tersebut mencakup evaluasi atas usulan kegiatan dari masing-masing OPD agar kebutuhan anggaran dapat disesuaikan dengan kemampuan pendanaan yang tersedia.

Dengan berkurangnya dana transfer, pemerintah daerah perlu melakukan peninjauan kembali terhadap komposisi anggaran yang sebelumnya telah disusun.

Pembahasan RAPBD Ditunda hingga Revisi Selesai

Akibat perubahan proyeksi pendapatan daerah, DPRD Kuansing memutuskan menunda sementara pembahasan RAPBD tahun anggaran 2027.

Proses pembahasan baru akan dilanjutkan setelah TAPD menyelesaikan revisi dokumen KUA-PPAS dan menyerahkannya kembali kepada DPRD.

Juprizal berharap proses penyesuaian tersebut dapat diselesaikan secepat mungkin agar tidak mengganggu tahapan pembahasan anggaran yang telah direncanakan.

Menurutnya, waktu pembahasan yang memadai diperlukan agar dokumen anggaran dapat ditelaah bersama sesuai mekanisme yang berlaku.

DPRD juga perlu mencermati perubahan yang dilakukan terhadap alokasi belanja dan program pemerintah daerah setelah adanya pengurangan dana transfer.

Oleh karena itu, penyelesaian revisi KUA-PPAS menjadi tahapan penting sebelum pembahasan RAPBD 2027 dapat dilanjutkan.

TKD Kuansing Diperkirakan Turun Rp140 Miliar

Berdasarkan informasi yang disampaikan TAPD kepada DPRD, alokasi Transfer Keuangan Daerah untuk Kabupaten Kuansing pada 2027 mengalami pengurangan sekitar Rp140 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.

Besarnya penurunan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong perlunya perubahan terhadap rancangan anggaran.

Dana transfer dari pemerintah pusat merupakan salah satu komponen penerimaan dalam struktur keuangan daerah. Perubahan jumlah dana yang diterima dapat memengaruhi kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai berbagai program dan kegiatan.

Dalam kondisi tersebut, pemerintah daerah perlu menyesuaikan rencana pengeluaran agar tetap sejalan dengan ketersediaan anggaran.

Peninjauan kembali terhadap program OPD menjadi bagian dari proses tersebut, terutama untuk menentukan kegiatan yang tetap dapat dilaksanakan berdasarkan prioritas kebutuhan daerah.

Meski demikian, nilai pengurangan sekitar Rp140 miliar masih merupakan angka yang disampaikan dalam proses penyusunan RAPBD 2027.

DPRD Minta Anggaran Mengutamakan Kepentingan Masyarakat

Di tengah keterbatasan anggaran, Ketua DPRD Kuansing mengingatkan TAPD agar tetap mengutamakan program yang memiliki kepentingan langsung bagi masyarakat.

Juprizal menekankan bahwa penyusunan kembali RAPBD 2027 harus mempertimbangkan skala prioritas, khususnya terhadap kebutuhan masyarakat dan kewajiban pemerintah daerah yang bersifat mengikat.

Selain itu, penyelesaian utang tunda bayar juga harus menjadi perhatian dalam proses penyesuaian anggaran.

Menurutnya, perubahan alokasi pendapatan tidak boleh dilakukan tanpa mempertimbangkan tanggung jawab keuangan yang telah menjadi kewajiban pemerintah daerah.

Karena itu, proses revisi anggaran perlu dilaksanakan secara cermat dengan menempatkan kepentingan masyarakat dan kewajiban daerah sebagai pertimbangan utama.

Penekanan terhadap skala prioritas tersebut menjadi penting mengingat pengurangan dana transfer menyebabkan pemerintah daerah harus menyesuaikan sejumlah rencana kegiatan.

BPKAD Benarkan Penurunan Dana Transfer

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kuansing, H. Jafrinaldi, A.P., M.I.P., membenarkan adanya pengurangan alokasi TKD untuk tahun anggaran 2027.

Jafrinaldi yang juga merupakan anggota TAPD Kuansing mengonfirmasi bahwa nilai penurunan dana transfer diperkirakan mencapai Rp140 miliar.

Ia menjelaskan bahwa perubahan tersebut mengharuskan TAPD melakukan penyesuaian kembali terhadap anggaran dan program dalam komposisi RAPBD 2027.

Penyesuaian tidak hanya dilakukan pada tingkat TAPD, tetapi juga melibatkan OPD yang memiliki usulan kegiatan dalam rancangan anggaran.

Menurut Jafrinaldi, sejumlah OPD masih melakukan rasionalisasi terhadap kegiatan yang sebelumnya telah direncanakan.

“Sekarang masih ada beberapa OPD yang merasionalisasi kegiatannya. Harapan kita pekan ini bisa selesai dan kembali kita antarkan ke DPRD,” ujar Jafrinaldi saat dikonfirmasi, Rabu (28/10/2026).

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa proses penyesuaian anggaran masih berlangsung dan belum seluruh OPD menyelesaikan revisi atas kegiatan yang diusulkan.

Revisi Anggaran Diharapkan Rampung dalam Pekan Ini

TAPD Kabupaten Kuansing menargetkan penyelesaian penyesuaian KUA-PPAS dalam pekan yang sama agar dokumen dapat segera disampaikan kembali kepada DPRD.

Target tersebut disampaikan Jafrinaldi berdasarkan perkembangan proses rasionalisasi kegiatan yang sedang dilakukan oleh sejumlah perangkat daerah.

Apabila revisi dapat diselesaikan sesuai harapan, pembahasan RAPBD 2027 berpeluang dilanjutkan setelah dokumen diterima kembali oleh DPRD.

Namun, kelanjutan proses pembahasan tetap bergantung pada penyelesaian revisi serta mekanisme pembahasan yang berlaku.

DPRD berharap penyerahan dokumen hasil penyesuaian tidak membutuhkan waktu terlalu lama sehingga pembahasan anggaran dapat dilakukan dengan waktu yang cukup.

Penundaan sementara RAPBD Kuansing 2027 menjadi bagian dari proses penyesuaian kebijakan anggaran daerah terhadap perubahan alokasi pendanaan dari pemerintah pusat.

Dengan pengurangan TKD sekitar Rp140 miliar, pemerintah daerah dihadapkan pada kebutuhan untuk menata kembali rencana belanja dan program yang telah diusulkan.

Melalui revisi KUA-PPAS, TAPD diharapkan dapat menyusun komposisi anggaran yang sesuai dengan kemampuan keuangan daerah, sekaligus tetap memperhatikan program prioritas, kewajiban yang mengikat, dan penyelesaian utang tunda bayar.

Setelah dokumen revisi rampung dan disampaikan kepada DPRD, pembahasan RAPBD Kabupaten Kuantan Singingi tahun anggaran 2027 akan kembali dilanjutkan sesuai tahapan yang berlaku.

Bagaimana reaksi Anda?
Nilai artikel ini
Belum ada penilaian

Mungkin Anda suka

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *