Sumsel lanjutkan penyemaian dry ice dan OMC tangani karhutla
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melanjutkan penyemaian dry ice dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Upaya tersebut ditujukan mengurangi dampak kabut asap serta mempercepat pemadaman titik api di sejumlah wilayah.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyampaikan hal itu usai meninjau lokasi karhutla di Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Minggu, 1 November 2026. Penanganan tetap diteruskan meski sejumlah wilayah di Sumsel mulai diguyur hujan.
Antisipasi cuaca kering
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca di Sumsel diperkirakan dapat kembali kering sebelum musim hujan berlangsung lebih merata pada akhir November hingga awal Desember 2026.
“Kita tidak boleh lengah meskipun sekarang sudah mulai turun hujan. Berdasarkan prediksi BMKG, masih ada potensi cuaca kembali kering sehingga penanganan karhutla melalui berbagai upaya tetap harus dilanjutkan,” katanya.
Pesawat untuk dry ice dan OMC
Herman menjelaskan penyemaian dry ice dilakukan dengan mengerahkan satu unit pesawat. Sementara pelaksanaan OMC didukung dua pesawat Hercules untuk distribusi dan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.
Upaya itu diharapkan dapat mengurangi konsentrasi asap yang terperangkap di atmosfer. OMC juga diharapkan meningkatkan peluang pembentukan awan hujan di wilayah terdampak karhutla.
Pengelolaan gambut
Pemprov Sumatera Selatan juga memperkuat pengelolaan dan restorasi kawasan gambut setelah karhutla sebagai langkah mencegah kebakaran berulang setiap tahun. Sumsel memiliki sekitar 10 persen dari total luas gambut nasional.
Kawasan hidrologi gambut di Sumsel mencapai dua juta hektare, dengan areal terdampak seluas 1,27 juta hektare.
Sumber: Antara News Sumsel



Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!