Warga Kudus Tak Perlu Khawatir, Stok Elpiji dan BBM Subsidi Diprediksi Cukup hingga Akhir Tahun
Ketersediaan elpiji dan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Kudus dipastikan masih mencukupi kebutuhan masyarakat hingga akhir 2026. Meski tidak ada penambahan kuota pada November, persediaan yang tersedia dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan warga sampai penghujung tahun.
Kuota dan realisasi penyaluran
Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kudus Sonhaji menyampaikan, kuota elpiji 3 kilogram di Kudus pada 2026 ditetapkan sebesar 29.296 metrik ton (MT). Hingga September 2026, penyaluran elpiji bersubsidi telah mencapai 24.544 MT, dengan konsumsi bulanan masyarakat rata-rata 2.600 hingga 2.800 MT.
Untuk BBM bersubsidi, Kudus memperoleh alokasi solar sebanyak 90.993 kiloliter. Realisasi distribusinya mencapai 70.280 kiloliter atau 78,86 persen dari total kuota, sedangkan penyaluran Pertalite telah mencapai 70.664 kiloliter dari kuota 95.211 kiloliter atau sekitar 74,02 persen.
Distribusi elpiji 3 kilogram tertinggi sepanjang tahun ini terjadi pada Juli dengan penyaluran 2.845 MT. Angka tersebut menjadi penyaluran bulanan tertinggi dibandingkan periode lain pada 2026.
“Penyaluran tertinggi elpiji terjadi pada Juli dengan angka mencapai 2.845 MT,” jelas Sonhaji
Antisipasi kekurangan pasokan
Sonhaji mengatakan ketersediaan pasokan daerah tetap dapat dijaga apabila terjadi kekurangan di lapangan. Salah satu langkah yang dapat ditempuh ialah subsidi silang dengan mengambil alokasi dari wilayah lain yang masih memiliki sisa kuota.
Mekanisme tersebut diharapkan dapat memastikan kebutuhan masyarakat di daerah yang mengalami kekurangan pasokan tetap terpenuhi. Dinas Perdagangan Kudus juga melakukan pemantauan berkala terhadap distribusi elpiji dan BBM bersubsidi berdasarkan data penyaluran dari Pertamina dan Iswana Migas.
Pengawasan pangkalan dan SPBU
Pemantauan dilakukan untuk memastikan penyaluran bahan bakar bersubsidi berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran. Pemerintah daerah juga membuka ruang pengawasan terhadap pangkalan elpiji maupun SPBU, dengan sanksi sesuai ketentuan bagi pihak yang terbukti melakukan pelanggaran berdasarkan pemeriksaan atau laporan masyarakat.
Berdasarkan perhitungan kuota dan realisasi penyaluran, Sonhaji meminta warga Kudus tidak resah terhadap ketersediaan elpiji 3 kilogram, solar, maupun Pertalite hingga pergantian tahun. Pengawasan distribusi akan terus dilakukan agar masyarakat dapat memperoleh energi bersubsidi sesuai kebutuhan tanpa kendala pasokan.
Sumber: Radar Kudus



Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!