Terkini

Ahmad Luthfi Resmikan Penggilingan Padi Elektrik di Magelang

Elektrifikasi penggilingan padi skala kecil di Magelang diklaim memangkas biaya operasional hingga 50 persen. Program revitalisasi ini mencakup 14 RMU di Jawa Tengah.

Images Source : Radar Magelang

Gubernur Resmikan Penggilingan Padi Elektrik di Magelang, Pangkas Biaya Operasional hingga 50 Persen

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan elektrifikasi Rice Milling Unit (RMU) skala kecil di Desa Ngadirojo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Kamis (5/11/2026). Program ini didorong untuk memodernisasi peralatan pertanian sekaligus meningkatkan efisiensi biaya produksi di kelompok gabungan petani atau gapoktan.

Peresmian di Magelang diikuti secara daring oleh 14 gapoktan dari 14 kabupaten di Jawa Tengah. Program tersebut melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, Bank Indonesia, dan PT PLN.

Sebanyak 14 RMU direvitalisasi dengan total biaya Rp3,1 miliar. Penggantian bahan bakar solar dengan listrik diklaim dapat memangkas biaya operasional penggilingan sebesar 40–50 persen.

Dorong model bagi gapoktan lain

Luthfi menilai potensi gapoktan di setiap desa beragam dan umumnya berskala kecil. Karena itu, elektrifikasi dinilai dapat memberi dampak langsung bagi petani serta menjadi contoh yang dapat diterapkan di daerah lain.

“Keuntungan kedua, skala kecil yang berhasil di satu gapoktan bisa menjadi role model yang dikembangkan di wilayah lain. Jika beberapa tempat mampu menerapkan skala kecil, maka dampaknya akan menjadi besar,” katanya.

Menurut Luthfi, modernisasi alat pertanian bukan lagi kebutuhan tambahan, melainkan keharusan untuk mempercepat pengolahan hasil panen. Ia menyebut modernisasi dibutuhkan agar petani memiliki daya saing dan kecepatan dalam memanfaatkan hasil panen.

“Minimal petani kita akan lebih mempunyai daya saing dan daya cepat terkait penggunaan atau hasil panen. Karena itu, modernisasi alat pertanian sangat dibutuhkan,” tandasnya.

Stok gabah disebut surplus

Di sisi lain, Luthfi memastikan stok gabah di Jawa Tengah surplus. Hingga November, gabah kering telah mencapai 8,5 juta ton dan ia menyatakan kebutuhan beras sangat cukup.

Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengatakan peralihan mesin berbahan bakar fosil ke energi listrik dapat menekan biaya operasional, meningkatkan efisiensi proses, serta menghasilkan beras dengan kualitas lebih baik. Ia menyebut penggilingan elektrik memiliki efisiensi biaya produksi hingga 50 persen dan dapat mengurangi emisi CO2 hingga 12 persen.

Penerima bantuan di Magelang

Grengseng juga menyebut program tersebut menjadi pemantik tiga rantai ekosistem, yaitu penggilingan atau produsen, kios pangan murah, dan konsumen. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang Puji Lestari mengatakan bantuan penggilingan padi elektrik di Magelang diberikan kepada Gapoktan Maju Makmur di Desa Ngadirojo.

Gapoktan Desa Gondowangi, Kecamatan Sawangan, selanjutnya diusulkan menerima program serupa. Puji mengatakan penggunaan listrik membuat proses kerja lebih praktis dan cepat, sekaligus mengurangi kebisingan serta polusi dibandingkan penggunaan mesin berbahan bakar solar.

Sumber: Radar Magelang

Bagaimana reaksi Anda?
Nilai artikel ini
Belum ada penilaian

Mungkin Anda suka

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *