Tekan Pengangguran, Bupati dan Kapolres Perkuat Program Poliran
Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan Polres Pandeglang memperkuat kerja sama untuk menekan pengangguran melalui program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran). Kesepakatan itu dikukuhkan lewat penandatanganan memorandum of understanding oleh Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani dan Kapolres Pandeglang AKBP Sonny Harsono di Kantor Bupati Pandeglang.
Bupati Dewi menyambut program tersebut sebagai langkah positif dan bentuk kepedulian kepolisian terhadap persoalan sosial serta ketenagakerjaan di masyarakat. Ia berharap sinergi Pemkab dan Polres Pandeglang memberi kontribusi nyata bagi penurunan pengangguran dan peningkatan kesejahteraan warga.
“Mudah-mudahan melalui kolaborasi dan sinergi yang terbangun, angka pengangguran Kabupaten Pandeglang dapat ditekan. Sehingga semakin banyak masyarakat yang memiliki kesempatan untuk bekerja dan meningkatkan taraf hidupnya,” katanya.
Kolaborasi lintas pemangku kepentingan
Menurut Dewi, pengangguran merupakan persoalan bersama yang tidak dapat ditangani pemerintah daerah sendiri. Karena itu, kolaborasi diperlukan dengan kepolisian, dunia usaha, lembaga pelatihan, serta pemerintah desa dan kelurahan agar warga yang belum bekerja mendapat akses informasi dan kesempatan kerja.
Melalui Poliran, pendataan masyarakat pengangguran diharapkan dapat dilakukan lebih terarah. Pendataan itu ditujukan agar bantuan pelatihan dan peluang kerja tepat sasaran, sehingga masyarakat Pandeglang lebih mandiri, produktif, dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Dorong produktivitas dan kamtibmas
Kapolres Pandeglang AKBP Sonny Harsono mengatakan Poliran merupakan salah satu program Kapolri yang sebelumnya juga diterapkan saat ia menjabat Kapolda Banten. Program itu tidak hanya membantu masyarakat memperoleh pekerjaan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.
“Program Poliran tidak hanya berorientasi pada upaya membantu masyarakat memperoleh pekerjaan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif. Semakin banyak masyarakat yang memiliki pekerjaan dan kegiatan produktif, maka potensi terjadinya tindak kriminalitas dapat diminimalisasi,” katanya.
Sonny menegaskan sasaran akhir program tersebut adalah mengurangi pengangguran. Ia menyebut bertambahnya warga yang bekerja akan memudahkan terwujudnya kamtibmas, sedangkan pengangguran yang tinggi berpotensi memicu persoalan sosial dan gangguan keamanan; karena itu, Poliran diharapkan dapat mereduksi kriminalitas melalui pemberdayaan masyarakat agar lebih produktif.
Sumber: Radar Banten


Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!