Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terus menggenjot produksi minyak nasional menjelang akhir 2026.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengejar target lifting minyak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 sebesar 610 ribu barel per hari (bph).
Hingga Oktober 2026, realisasi lifting minyak dan kondensat nasional tercatat mencapai 578,6 ribu bph. Angka tersebut setara sekitar 95 persen dari target pemerintah.
Realisasi Masih 95 Persen
Realisasi lifting minyak SKK Migas saat ini berada pada level 95 persen dari target 610 ribu barel per hari. Capaian itu menunjukkan masih ada selisih yang perlu dikejar untuk memenuhi target 2026.
Peningkatan aktivitas pengeboran menjadi salah satu langkah untuk mempertahankan tingkat produksi sekaligus menekan dampak penurunan alami pada lapangan migas yang sudah matang.
Namun, upaya mengejar target lifting tidak hanya berkaitan dengan pencapaian angka produksi. Keberhasilannya juga berpengaruh terhadap kemampuan industri hulu migas dalam mendukung pemenuhan kebutuhan energi domestik.
Tantangan Lapangan Tua
Produksi dari lapangan tua menjadi kendala utama dalam mengejar target lifting minyak. SKK Migas menghadapi tantangan berat untuk menjaga dan meningkatkan produksi dari sumur-sumur tersebut.
Upaya pencapaian target 610 ribu barel per hari pada 2026 akan bergantung pada kemampuan mengatasi hambatan produksi di lapangan tua.
Sumber: Kaltim Post


Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!