Rupiah Terus Tertekan, Tembus Rp18.156 per Dolar AS pada Awal November
Nilai tukar rupiah kembali melemah pada awal November 2026. Pada perdagangan Senin (2/11/2026), rupiah dibuka di Rp18.156 per dolar AS, turun 9 poin atau 0,05 persen dari penutupan sebelumnya di Rp18.147 per dolar AS.
Sentimen domestik dan global
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut pelaku pasar menantikan sejumlah data ekonomi domestik, termasuk inflasi dan perdagangan. Data tersebut dijadwalkan menjadi perhatian investor pada siang hari.
“Rupiah diperkirakan dibuka datar, dengan investor menantikan serentetan data ekonomi domestik siang ini, di antaranya inflasi dan perdagangan,” katanya saat dihubungi Suara.com (jaringan Bantennews.co.id)
Menurut Lukman, penurunan harga minyak mentah dunia berpotensi menjadi sentimen positif bagi rupiah. Penurunan harga minyak tersebut dipengaruhi harapan tercapainya perundingan damai untuk mengakhiri perang AS-Iran.
Arus asing masih menekan
Meski demikian, arus modal asing yang keluar dari pasar keuangan masih menekan rupiah hingga perdagangan sore. Lukman mengatakan sentimen domestik masih lemah akibat aksi jual asing di pasar ekuitas, sementara mayoritas mata uang Asia juga dibuka melemah.
“Sentimen domestik umumnya masih lemah oleh sell-off asing di pasar ekuitas. Mata uang Asia umumnya terpantau dibuka melemah. Range Rp18.100 hingga Rp18.200,” jelasnya.
Pergerakan mata uang Asia
Won Korea Selatan mencatat pelemahan terdalam di Asia dengan koreksi 0,37 persen. Ringgit Malaysia melemah 0,25 persen, dolar Taiwan turun 0,19 persen, yen Jepang terkoreksi 0,18 persen, dan dolar Singapura tergelincir 0,09 persen.
Yuan China terdepresiasi 0,01 persen, sedangkan dolar Hong Kong melemah tipis 0,004 persen. Di tengah pelemahan tersebut, peso Filipina menguat 0,04 persen dan baht Thailand naik tipis 0,02 persen terhadap dolar AS.
Sumber: BantenNews.co.id


Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!