Realisasi investasi selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencapai Rp3.923,2 triliun pada periode triwulan IV 2024 hingga triwulan III 2026. Capaian tersebut menyerap 5.485.944 tenaga kerja.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani menyampaikan realisasi tersebut setara 30,1 persen dari target investasi periode 2025-2029 sebesar Rp13.032,8 triliun. Data itu disampaikan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Jumlah yang di investasi yang masuk total 3.923,2 triliun. Dan penyerapan tenaga kerjanya adalah 5.485.944 orang. Kontribusi Jawa 48,2% atau 1.892,2 triliun, luar Jawa 51,8% atau 2.031 triliun,” ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan P. Roeslani di Istana Negara, Selasa (20/10/2026).
Periode penghitungan
Rosan menjelaskan, penghitungan dua tahun pemerintahan dimulai dari triwulan IV 2024, bukan sejak awal tahun. Dengan demikian, cakupan data meliputi triwulan IV 2024, sepanjang 2025, serta 2026 hingga triwulan III.
“Jadi kami tidak menghitung dari awal tahun, tapi adalah dari triwulan 4 2024,” ujarnya.
Sebaran investasi
Investasi di luar Jawa tercatat Rp2.031 triliun atau 51,8 persen dari total realisasi. Sementara itu, investasi di Jawa mencapai Rp1.892,2 triliun atau 48,2 persen.
Berdasarkan sumber dana, penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp1.998,7 triliun atau 50,9 persen. Penanaman modal asing (PMA) tercatat Rp1.924,5 triliun atau 49,1 persen, dengan kontribusi keduanya berjarak tipis.
Target hingga 2029
Bappenas menetapkan target investasi sebesar Rp13.032,8 triliun kepada BKPM untuk periode 2025–2029 sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029.
Sumber: CNBC Indonesia



Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!