PT Pertamina (Persero) menyatakan UMKM binaannya menunjukkan bisnis dapat menghasilkan keuntungan ekonomi sekaligus memberi dampak sosial bagi masyarakat. Dampak itu mencakup pelestarian budaya batik, pemberdayaan perempuan dan penyandang disabilitas, serta pembukaan peluang usaha bagi perajin lokal.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan pengembangan UMKM merupakan upaya perusahaan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Dukungan yang diberikan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kapasitas bisnis, melainkan juga menciptakan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Program pembinaan UMKM Pertamina dirancang untuk membantu pelaku usaha memperkuat kapasitas, memperluas akses pasar, dan meningkatkan daya saing. Kami berharap pertumbuhan UMKM juga mampu menciptakan manfaat ekonomi dan sosial yang dirasakan masyarakat secara langsung,” ujarnya.
Batik dan akses pasar
Baron mencontohkan Adhimas Batik, Joglo Ayu Tenan, dan Kraton Leather sebagai UMKM binaan yang berkembang melalui pembinaan, pelatihan, dan akses pasar dari Pertamina. Adhimas Batik milik Suyanto di Desa Jarum, Kecamatan Bayat, Klaten, telah menghasilkan batik tulis selama lebih dari 30 tahun serta mengembangkan motif batik pada topeng, tempat tisu, nampan kayu, payung, dan tumbler.
Usaha tersebut melibatkan warga sekitar dalam produksi, termasuk penyandang disabilitas wicara yang masih aktif bekerja sebagai pembatik. Sejak mengikuti program pembinaan pada 2013, Adhimas Batik memperoleh pelatihan, pendampingan, dan kesempatan mengikuti pameran, termasuk Inacraft, yang membuka akses pasar hingga mancanegara.
Ruang kreatif dan perajin lokal
Di Yogyakarta, Joglo Ayu Tenan yang didirikan Yayuk pada 2015 berkembang sebagai ruang kreatif dengan konsep creative wellbeing. Kegiatannya menggabungkan aktivitas berkarya dengan upaya meningkatkan kesejahteraan mental dan emosional, sekaligus menjadi wadah kolaborasi bagi perajin, perempuan, komunitas kreatif, dan penyandang disabilitas.
Ruang kreatif itu juga menciptakan peluang ekonomi serta mendorong aktivitas berbasis budaya lokal yang menarik minat wisatawan dan masyarakat umum. Setelah mendapat pembinaan Pertamina sejak 2018, Joglo Ayu Tenan memperluas jejaring bisnis hingga pasar internasional, dengan Jepang sebagai salah satu pasar ekspor utama produknya.
Kraton Leather yang dirintis Aziz Imawan Prasetyo atau Wawan di Yogyakarta melibatkan puluhan perajin lokal dalam produksi kerajinan kulit. Wawan menerapkan kemitraan yang memberi penghasilan dan transfer pengetahuan agar para perajin berpeluang menjadi pelaku usaha mandiri; dukungan Pertamina sejak 2021 membantu promosi melalui pameran dan kegiatan pemasaran.
UMKM sebagai penggerak sosial
“Para mitra binaan Pertamina ini menunjukkan bahwa UMKM dapat menjadi lebih dari sekadar penggerak ekonomi. Di tangan para pelaku usaha tersebut, UMKM juga menjadi sarana pelestarian budaya, pemberdayaan kelompok rentan, penciptaan lapangan kerja, hingga ruang tumbuh bagi masyarakat untuk berkembang bersama,” jelas Baron.
Sumber: Antara News Jambi


Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!