Pemerintah Kota Mojokerto, Jawa Timur, terus mendorong peningkatan keterampilan generasi muda melalui pelatihan pengolahan makanan dan minuman kekinian. Program yang diselenggarakan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) ini juga melibatkan puluhan penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya memperluas kesempatan kerja dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Kegiatan pelatihan berlangsung di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), Selasa (27/10/2026). Para peserta mendapatkan pembekalan keterampilan praktis dalam mengolah berbagai menu makanan dan minuman yang umum disajikan di kafe.
Pelatihan tersebut dirancang untuk memberikan bekal bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar memiliki kemampuan yang dapat dimanfaatkan untuk memasuki dunia kerja maupun merintis usaha kuliner secara mandiri.
Selain menitikberatkan pada penguasaan keterampilan, program ini juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi yang memberikan ruang partisipasi bagi penyandang disabilitas.
Keterampilan Kuliner Jadi Bekal Memasuki Dunia Usaha
Kepala Bidang Bina Usaha Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Albertus Endra, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan praktis peserta dalam menghadapi peluang usaha di sektor kuliner.
Menurutnya, keterampilan mengolah makanan dan minuman dapat menjadi modal penting bagi generasi muda, terutama bagi mereka yang ingin bekerja di bidang kuliner atau mengembangkan usaha sendiri.
Endra menekankan bahwa tidak semua peserta harus langsung memiliki atau membuka usaha kafe. Hal yang lebih penting adalah kemampuan mengolah menu yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal untuk memperoleh penghasilan.
Ia menyampaikan bahwa meskipun generasi muda belum memiliki kesempatan mendirikan kafe secara mandiri, mereka setidaknya dapat menguasai keterampilan dasar dalam membuat berbagai makanan yang biasa disajikan di tempat usaha tersebut.
Kemampuan tersebut diharapkan dapat memperluas pilihan pekerjaan dan memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengembangkan potensi kewirausahaan.
Melalui pelatihan ini, pemerintah daerah ingin memastikan bahwa peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan praktis yang dapat diterapkan dalam kegiatan produktif.
Puluhan Penyandang Disabilitas Turut Mendapatkan Pelatihan
Salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan program ini adalah keterlibatan puluhan penyandang disabilitas dengan berbagai kondisi, termasuk penyandang disabilitas rungu dan disabilitas fisik.
Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa pelatihan keterampilan kuliner tidak hanya diperuntukkan bagi generasi muda secara umum, tetapi juga memberikan kesempatan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan akses pemberdayaan ekonomi.
Para peserta penyandang disabilitas mendapatkan kesempatan untuk mempelajari pengolahan makanan dan minuman sebagai keterampilan yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari maupun kegiatan usaha.
Salah satu peserta, Abi, penyandang disabilitas asal Kelurahan Meri, mengaku memperoleh manfaat dari kegiatan tersebut.
Menurut Abi, pelatihan pengolahan menu kafe memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan di bidang kuliner yang dapat menjadi bekal untuk mengembangkan usaha secara mandiri.
Pengalaman tersebut memperlihatkan pentingnya penyediaan program pelatihan yang membuka akses bagi masyarakat dengan beragam kebutuhan dan kondisi.
Dengan mendapatkan keterampilan yang relevan, para peserta diharapkan memiliki lebih banyak pilihan dalam menentukan kegiatan ekonomi yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Tingkatkan Kepercayaan Diri dan Kemandirian Ekonomi
Albertus Endra menegaskan bahwa manfaat pelatihan bagi penyandang disabilitas tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis mengolah makanan.
Menurutnya, penguasaan keterampilan juga memiliki peran dalam meningkatkan rasa percaya diri sekaligus memberikan bekal untuk menjalankan aktivitas ekonomi secara lebih mandiri.
Kemampuan menghasilkan olahan makanan dapat menjadi salah satu modal bagi peserta untuk bekerja atau mengembangkan kegiatan usaha sesuai peluang yang tersedia.
Endra berharap keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat membantu penyandang disabilitas menjadi lebih produktif serta memiliki kemampuan untuk menunjang keberlangsungan hidup mereka.
Melalui pendekatan tersebut, pelatihan kuliner diarahkan untuk memperkuat potensi individu dan memperluas kesempatan memperoleh penghasilan.
Pemerintah Kota Mojokerto juga menempatkan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kemampuan yang dapat langsung diterapkan.
Dengan keterampilan yang diperoleh, peserta diharapkan tidak hanya bergantung pada kesempatan kerja yang tersedia, tetapi juga dapat mempertimbangkan pengembangan usaha secara mandiri.
Peserta Akan Mendapatkan Sertifikat Pendukung Kerja
Selain memperoleh pembekalan keterampilan, seluruh peserta pelatihan dijadwalkan menerima sertifikat kelayakan sebagai dokumen pendukung untuk melamar pekerjaan di sektor kuliner.
Pemberian sertifikat tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan peserta dalam memasuki dunia kerja setelah mengikuti kegiatan pelatihan.
Dokumen tersebut diharapkan dapat menjadi pelengkap bagi peserta yang ingin memanfaatkan keterampilannya untuk mencari peluang pekerjaan di bidang makanan dan minuman.
Dengan adanya sertifikat, peserta memiliki dokumen pendukung yang menunjukkan keikutsertaan mereka dalam program peningkatan keterampilan kuliner.
Meski demikian, pemberian sertifikat bukan merupakan jaminan memperoleh pekerjaan, melainkan salah satu bentuk dukungan terhadap kesiapan peserta menghadapi kebutuhan sektor usaha.
Program ini turut memberikan kesempatan bagi peserta untuk meningkatkan kemampuan yang dapat digunakan sebagai dasar dalam mengembangkan usaha makanan dan minuman.
Wali Kota Mojokerto Berikan Motivasi dan Bantuan Peralatan
Pada hari terakhir pelatihan, Wali Kota Mojokerto turut hadir untuk memberikan motivasi kepada peserta.
Kehadiran kepala daerah tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah terhadap penyelenggaraan pelatihan keterampilan bagi generasi muda dan penyandang disabilitas.
Selain memberikan motivasi, Wali Kota Mojokerto juga menyerahkan bingkisan berupa peralatan memasak kepada para peserta.
Pemberian perlengkapan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan agar keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pelatihan dapat dimanfaatkan dalam kegiatan produktif.
Peralatan memasak diharapkan dapat membantu peserta mempraktikkan kemampuan pengolahan makanan yang telah dipelajari.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berupaya memberikan dukungan yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran, tetapi juga pada pemanfaatan keterampilan setelah pelatihan selesai.
Dorong Peluang Usaha dan Lapangan Kerja yang Lebih Inklusif
Diskopukmperindag Kota Mojokerto berharap pelatihan pengolahan menu kafe dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi seluruh peserta.
Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang usaha, memperoleh pekerjaan, serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi.
Keterlibatan penyandang disabilitas menjadi bagian penting dari pelaksanaan program karena memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat untuk mengikuti kegiatan pengembangan keterampilan.
Melalui pelatihan tersebut, generasi muda dan penyandang disabilitas memiliki kesempatan mempelajari keterampilan kuliner yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan peluang usaha masing-masing.
Program ini juga memperlihatkan perhatian pemerintah daerah terhadap pentingnya pembekalan kemampuan praktis sebagai salah satu pendekatan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dengan dukungan pelatihan, sertifikat pendukung kerja, dan bantuan peralatan memasak, peserta diharapkan mampu memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh sebagai bekal untuk memasuki dunia usaha maupun pekerjaan.
Pemerintah Kota Mojokerto melalui Diskopukmperindag menargetkan manfaat program ini dapat dirasakan oleh peserta dalam bentuk peningkatan keterampilan, perluasan kesempatan ekonomi, dan penguatan kemandirian, termasuk bagi penyandang disabilitas.
Sumber: Radar Mojokerto


Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!