Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, menyeleksi 30 program inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mengejar skor Indeks Inovasi Daerah di atas 65 pada 2026.
Sekretaris Bapelitbang PPU, Arif Afandi, menegaskan lompatan predikat ini membutuhkan bukti nyata serta data pendukung yang valid. Selama dua tahun terakhir, PPUbaru berada pada kategori kabupaten inovatif.
Target indeks inovasi
Pemkab PPU menargetkan predikat sangat inovatif melalui peningkatan capaian Indeks Inovasi Daerah. Target skor yang ditetapkan berada di atas 65 pada 2026.
Ajang kompetisi ini membagi inovasi ke dalam tiga klasifikasi kematangan, yakni initial, ongoing, dan mature. Kategori initial ditujukan untuk gagasan baru tahun berjalan, ongoing bagi program yang berjalan minimal dua tahun, serta mature untuk terobosan mapan yang terus dikembangkan.
“Kategori mature, ini merupakan inovasi yang sudah lama diterapkan dan telah dikembangkan melalui penyesuaian maupun penambahan fitur atau kegiatan,” tutur Arif.
Inisiatif pelayanan publik ini mencakup sektor pendidikan melalui sekolah, fasilitas kesehatan lewat puskesmas, hingga organisasi perangkat daerah (OPD). Salah satu terobosan yang melaju ke tahap penilaian lanjutan adalah layanan jemput bola pendaftaran sekolah milik Disdikpora PPU.
Seleksi program
Sebanyak 30 program inovasi diseleksi dalam upaya mendukung peningkatan kualitas pelayanan. Program-program tersebut menjadi bagian dari langkah Pemkab PPU mencapai target inovasi daerah.
Arah pelayanan
Peningkatan kualitas pelayanan menjadi tujuan dari seleksi program inovasi tersebut. Pemkab PPU menempatkan capaian indeks inovasi sebagai ukuran menuju predikat sangat inovatif pada 2026.
Sumber: Kaltim Post




Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!