KALIMANTAN – Dana hasil penggalangan atau patungan masyarakat sebesar Rp1,15 miliar akan dimanfaatkan untuk membangun pos pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Program yang melibatkan Ferry Irwandi dan Andrew Kalaweit ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat perlindungan kawasan hutan sekaligus mendukung upaya penanganan kebakaran di lapangan.
Patungan Rakyat Terkumpul Rp1,15 Miliar, Ferry Irwandi dan Andrew Kalaweit Siapkan Pos Pemadam Karhutla di Kalimantan
Dana patungan masyarakat Rp1,15 miliar akan digunakan Ferry Irwandi dan Andrew Kalaweit untuk membangun pos pemadam karhutla sekaligus mendukung perlindungan hutan di Kalimantan.
Rencana pembangunan fasilitas tersebut disampaikan Ferry Irwandi bersama Andrew Kalaweit melalui media sosial. Pos pemadam kebakaran atau firefighter station itu nantinya tidak hanya berfungsi sebagai pusat penanganan kebakaran, tetapi juga menjadi markas operasional bagi tim yang bergerak dalam upaya pelestarian alam.
Untuk merealisasikan pembangunan tersebut, dibutuhkan anggaran sebesar Rp1.158.000.000. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan fasilitas pos serta pengadaan satu unit mobil pemadam kebakaran khusus yang dirancang untuk menjangkau medan hutan.
Berdasarkan rincian anggaran yang disampaikan, pembangunan fisik pos pemadam kebakaran membutuhkan biaya sekitar Rp500 juta. Sementara itu, pengadaan truk pemadam kebakaran awalnya ditawarkan seharga Rp708 juta. Setelah melalui proses negosiasi, harga kendaraan tersebut mendapat potongan Rp50 juta sehingga menjadi Rp658 juta.
Dengan demikian, total anggaran pembangunan pos dan pengadaan armada pemadam kebakaran mencapai sekitar Rp1,15 miliar.
Menariknya, fungsi fasilitas tersebut direncanakan tidak hanya terbatas pada penanganan karhutla. Andrew Kalaweit menjelaskan bahwa pos tersebut juga akan menjadi markas operasional tetap bagi Tim Kala
Bagaimana reaksi Anda?




Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!