Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta mencatat realisasi pendapatan asli daerah (PAD) mencapai Rp39,33 triliun atau 68,20 persen dari target Rp57,67 triliun hingga Triwulan III 2026.
Secara year on year (tahunan), Pendapatan Asli Daerah tahun 2026 mengalami pertumbuhan sebesar 1,29 persen dibandingkan dengan PAD tahun 2025,” kata Kepala Bapenda DKI Jakarta, Lusiana Herawati, dalam konferensi pers Realisasi APBD Triwulan III 2026 di Jakarta, Rabu.
Sumber utama PAD
Pajak daerah dan retribusi daerah menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi Rp35,48 triliun. Angka tersebut berkontribusi sebesar 90,21 persen terhadap total realisasi PAD hingga Triwulan III 2026.
Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan terealisasi Rp0,49 triliun. Penerimaan ini antara lain berasal dari dividen atas penyertaan modal pemerintah daerah pada badan usaha milik daerah.
Pendapatan lainnya
Lain-lain PAD yang sah tercatat Rp3,36 triliun atau 71,76 persen. Pendapatan tersebut berasal dari pendapatan Badan Umum Layanan Daerah dan pemanfaatan aset daerah.
“Ini adalah berasal dari pendapatan BLUD (Badan Umum Layanan Daerah) dan pemanfaatan aset daerah,” kata Lusiana.
Realisasi pendapatan daerah
Selain PAD, pendapatan transfer dari pemerintah pusat terealisasi Rp5,64 triliun atau sekitar 50,57 persen dari total anggaran Rp11,16 triliun. Sementara lain-lain pendapatan daerah yang sah mencapai Rp4,51 miliar atau 0,17 persen.
Total realisasi pendapatan daerah DKI Jakarta hingga Triwulan III 2026 mencapai Rp44,98 triliun dari total anggaran pendapatan daerah 2026 sebesar Rp71,45 triliun.
Sumber: ANTARA News



Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!