Raih Empat Wilwatikta Awards 2026, Ning Ita Paparkan Capaian Pembangunan Kota Mojokerto
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita memaparkan capaian pembangunan daerah setelah Kota Mojokerto meraih empat penghargaan Wilwatikta Awards 2026 di Legacy Ballroom Surabaya, Jumat (30/10/2026). Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kinerja pemerintah kota di sejumlah sektor pembangunan.
Empat penghargaan itu meliputi Inisiatif Pembangunan Manusia dan Kesejahteraan Sosial, Pengentasan Kemiskinan, Inovasi Pelayanan Publik dan Informasi, serta Kesetaraan Gender.
Pembangunan manusia dan kemiskinan
Ning Ita mengatakan penghargaan pembangunan manusia berkaitan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang mencakup pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Pendidikan serta kesehatan diukur melalui indeks masing-masing, sementara sektor ekonomi dilihat dari indeks daya beli masyarakat.
“Alhamdulillah, kalau tahun 2024 IPM kita di angka 81,076. Pada 2025 sudah masuk kategori sangat tinggi, yakni 82,35. Kalau 2026 baru akan dirilis tahun depan, 2027,” ujar Ning Ita.
Dalam pengentasan kemiskinan, ia menyebut Kota Mojokerto telah mencapai nol persen kemiskinan ekstrem sejak 2023. Pemerintah kota kini mendorong masyarakat prasejahtera untuk meningkatkan taraf hidupnya.
Data BPS yang disebut baru dirilis dua minggu sebelumnya menunjukkan angka kemiskinan Kota Mojokerto turun dari 5,05 persen menjadi 4,91 persen. Menurut Ning Ita, angka tersebut lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
Inovasi layanan publik
Untuk kategori inovasi pelayanan publik dan informasi, Kota Mojokerto mempertahankan predikat kota terinovatif se-Indonesia dari Kementerian Dalam Negeri selama lima tahun berturut-turut sejak 2022. Sebanyak 259 inovasi pelayanan publik Kota Mojokerto tercatat masuk Innovative Government Award Kemendagri.
Ning Ita mengatakan inovasi tidak berhenti pada peluncuran program, tetapi harus diterapkan berkelanjutan dengan dampak yang terukur. Tingkat kematangan inovasi Kota Mojokerto disebut telah mencapai angka 111.
Kesetaraan gender dan disabilitas
Pada kategori kesetaraan gender, Indeks Kesetaraan Gender Kota Mojokerto mencapai 95,65 atau mendekati 100. Ning Ita menegaskan pembangunan juga menyasar kelompok minoritas, termasuk penyandang disabilitas.
Pemerintah kota memberikan dukungan kepada atlet disabilitas atau paralimpik. Kota Mojokerto disebut menjadi salah satu daerah dengan banyak atlet paralimpik di Jawa Timur, serta telah menggelar kompetisi serupa Peparda melalui Wali Kota Cup sebelum Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Pekan Paralimpik Daerah.
Sumber: Jawa Pos



Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!