Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) terus mendorong pengembangan potensi desa dan kelurahan melalui program Kampung Kreatif Sumut Berkah (KKSB) 2026. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kreativitas masyarakat, mengoptimalkan sumber daya lokal, serta menciptakan peluang ekonomi baru di berbagai wilayah.
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, menyampaikan dukungannya terhadap pemerintah kabupaten dan kota dalam mengembangkan kawasan kreatif berbasis potensi dan karakteristik masing-masing daerah.
Dukungan tersebut disampaikan Bobby setelah mendengarkan pemaparan para nominasi pemenang KKSB 2026 yang berlangsung di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Senin (26/10/2026).
Menurut Bobby, pengembangan desa dan kelurahan kreatif tidak hanya berkaitan dengan pembangunan kawasan, tetapi juga mencakup upaya memperkuat identitas lokal dan meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat.
“Program ini diharapkan mampu memperkuat identitas dan kreativitas lokal, sekaligus meningkatkan produktivitas kawasan serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Bobby.
Melalui program tersebut, pemerintah daerah didorong untuk mengidentifikasi potensi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dan mengembangkannya menjadi kegiatan produktif yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
KKSB 2026 Diikuti 45 Proposal Desa dan Kelurahan
Pelaksanaan Kampung Kreatif Sumut Berkah 2026 mendapat partisipasi dari berbagai wilayah kabupaten dan kota di Sumatera Utara.
Sebanyak 45 proposal desa dan kelurahan diajukan dalam program tersebut. Setiap proposal menjadi bagian dari proses penjaringan untuk menentukan kawasan yang memiliki potensi pengembangan sesuai indikator penilaian.
Bobby menjelaskan bahwa tim penjaringan telah menyelesaikan sejumlah tahapan evaluasi terhadap proposal yang masuk.
Tahapan tersebut meliputi penilaian, verifikasi, validasi lapangan, hingga rapat pleno untuk membahas hasil evaluasi.
Proses tersebut dilakukan untuk menilai kesesuaian usulan dengan ketentuan program serta melihat potensi pengembangan yang dimiliki masing-masing kawasan.
“Ada beberapa indikator penilaian harus dipenuhi. Salah satunya desa yang mempunyai permasalahan atau persoalan, namun di dalamnya memiliki potensi,” kata Bobby.
Ia menekankan bahwa keberadaan suatu persoalan di desa tidak selalu menjadi hambatan pembangunan. Sebaliknya, kondisi tersebut dapat menjadi titik awal untuk menghadirkan solusi kreatif yang memberikan manfaat ekonomi.
Salah satu contoh yang disampaikan adalah keberadaan aliran sungai atau anak sungai yang selama ini dianggap mengganggu pemandangan maupun dimanfaatkan sebagai lokasi pembuangan sampah.
Menurut Bobby, kawasan dengan persoalan tersebut dapat dikembangkan melalui pendekatan yang tepat sehingga tidak hanya membantu menyelesaikan permasalahan lingkungan, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan ekonomi.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari konsep pengembangan kampung kreatif yang menghubungkan penyelesaian persoalan kawasan dengan optimalisasi potensi lokal.
Tiga Kabupaten Masuk Nominasi KKSB 2026
Dari rangkaian proses penjaringan dan penilaian, tiga kabupaten di Sumatera Utara masuk dalam nominasi pemenang Kampung Kreatif Sumut Berkah 2026.
Ketiga daerah tersebut adalah Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Deli Serdang, dan Kabupaten Humbang Hasundutan.
Pemaparan program dari masing-masing daerah disampaikan langsung oleh kepala daerah yang bersangkutan di hadapan Gubernur Sumatera Utara.
Kabupaten Serdang Bedagai diwakili Bupati Darma Wijaya, Kabupaten Deli Serdang oleh Bupati Asri Ludin Tambunan, dan Kabupaten Humbang Hasundutan oleh Bupati Oloan Paniaran Nababan.
Presentasi tersebut menjadi bagian dari proses penyampaian konsep serta rencana pengembangan kawasan kreatif yang diajukan setiap daerah.
Masuknya ketiga kabupaten dalam daftar nominasi menunjukkan bahwa usulan mereka telah melalui tahapan evaluasi dan menjadi bagian dari pembahasan lanjutan dalam program KKSB 2026.
Program ini diharapkan dapat mendorong daerah untuk mengembangkan kawasan berdasarkan kebutuhan masyarakat, kondisi lingkungan, serta potensi ekonomi yang tersedia.
Pemprov Sumut Siapkan Bantuan Khusus hingga Rp50 Miliar
Kampung Kreatif Sumut Berkah 2026 merupakan salah satu Program Strategis Daerah (PSD) pada masa kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaannya, Pemprov Sumut menyiapkan bantuan khusus hingga Rp50 miliar bagi desa dan kelurahan melalui program tersebut.
Dukungan anggaran ini menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi untuk memperkuat pengembangan kawasan kreatif yang memiliki peluang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui KKSB, pemerintah daerah didorong mengembangkan potensi wilayah secara lebih terarah, termasuk dengan memanfaatkan karakteristik kawasan, kegiatan ekonomi masyarakat, dan sumber daya lokal yang tersedia.
Pendekatan pengembangan tersebut juga diharapkan dapat menciptakan hubungan antara penataan kawasan dan peningkatan aktivitas ekonomi warga.
Dengan demikian, pelaksanaan program tidak hanya berorientasi pada perubahan kondisi fisik lingkungan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat produktivitas serta memberikan peluang bagi masyarakat dalam mengembangkan usaha.
Deli Serdang Usulkan Harapan Square sebagai Sentra Wisata Tanaman Hias
Salah satu rencana pengembangan kawasan yang dipaparkan dalam nominasi KKSB 2026 berasal dari Kabupaten Deli Serdang.
Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, memperkenalkan konsep pembangunan dan penataan kawasan wisata tanaman hias yang diberi nama Harapan Square.
Kawasan tersebut direncanakan berada di Dusun VII hingga XI, Desa Bangun Sari Baru, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deli Serdang.
Desa Bangun Sari Baru merupakan kawasan dataran rendah yang terletak sekitar 25 kilometer dari Kota Medan.
Asri menjelaskan bahwa lokasi desa tersebut memiliki potensi pengembangan wisata karena dinilai strategis untuk menjangkau wisatawan yang baru tiba melalui Bandara Internasional Kualanamu.
Rencana Harapan Square diarahkan untuk memperkuat daya tarik kawasan sekaligus mengoptimalkan kegiatan ekonomi masyarakat yang sudah berjalan.
Selama ini, sebagian warga di kawasan tersebut telah menjalankan usaha penjualan tanaman hias. Namun, aktivitas usaha yang ada dinilai masih memerlukan penataan agar kawasan dapat berkembang secara lebih terorganisasi.
Melalui pengembangan Harapan Square, pemerintah kabupaten berupaya menghadirkan kawasan wisata tanaman hias yang lebih tertata dan mampu memberikan nilai tambah terhadap kegiatan usaha masyarakat setempat.
Harapan Square Diharapkan Tingkatkan Nilai Ekonomi Lokal
Konsep Harapan Square tidak hanya menitikberatkan pada penataan lokasi penjualan tanaman hias, tetapi juga pada penguatan daya tarik kawasan sebagai salah satu potensi wisata daerah.
Dengan keberadaan aktivitas perdagangan tanaman hias yang telah berlangsung, pengembangan kawasan tersebut memiliki dasar kegiatan ekonomi masyarakat yang dapat diperkuat melalui penataan lingkungan.
Lokasinya yang relatif dekat dengan Kota Medan dan memiliki akses menuju kawasan Bandara Internasional Kualanamu dinilai menjadi salah satu potensi pendukung dalam pengembangan destinasi wisata.
Apabila pengembangan tersebut dapat dilaksanakan sesuai rencana, kawasan Harapan Square diharapkan mampu meningkatkan keteraturan aktivitas perdagangan sekaligus membuka peluang kunjungan wisatawan.
Pengembangan ini juga sejalan dengan arah KKSB 2026 yang mendorong desa dan kelurahan mengoptimalkan keunggulan lokal menjadi kegiatan ekonomi bernilai tambah.
Melalui program Kampung Kreatif Sumut Berkah, Pemprov Sumut berupaya memperkuat peran pemerintah kabupaten dan kota dalam menciptakan kawasan yang lebih produktif, memiliki identitas lokal, serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Keikutsertaan 45 proposal dan terpilihnya tiga kabupaten sebagai nominasi menjadi bagian dari tahapan program untuk mendorong lahirnya pengembangan kawasan kreatif di Sumatera Utara.
Dengan dukungan pemerintah provinsi dan pengembangan potensi oleh masing-masing daerah, KKSB 2026 diharapkan menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas kawasan serta memperluas peluang ekonomi masyarakat desa dan kelurahan.
Sumber: Antara News Sumatera Utara



Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!