Terkini

Kekurangan Guru, Daya Tampung Murid Baru SDN Sukatani 1 Rajeg Menyusut

Kekurangan guru ASN di SDN Sukatani 1 Rajeg membuat sejumlah guru mengajar dua rombel. Sekolah berencana membatasi penerimaan siswa baru pada 2027/2028.

SDN Sukatani 1 Rajeg, Kabupaten Tangerang, menghadapi kekurangan tenaga pendidik ASN yang mengakibatkan sejumlah guru harus mengampu dua rombongan belajar sekaligus. Kondisi tersebut juga mendorong sekolah merencanakan pengurangan kuota penerimaan murid baru pada tahun pelajaran 2027/2028.

Kepala SDN Sukatani 1 Rajeg Bahrul Ulum mengatakan, sekolahnya memiliki 19 rombel, tetapi hanya didukung oleh 13 guru. Situasi tersebut berpotensi semakin berat karena tiga guru diperkirakan memasuki masa pensiun dalam dua tahun mendatang.

Rasio saat ini 19 rombel dengan 13 guru, dan 2 tahun depan ada 3 guru yang akan pensiun,” ujar Bahrul Ulum saat diwawancarai wartawan, Jumat, 16 Oktober 2026.

Pensiun hingga 2030

SDN Sukatani 1 Rajeg menghadapi gelombang pensiun guru hingga akhir dekade ini. Menurut Bahrul, Raden R Cucu Cakra Kusuma dijadwalkan pensiun pada November 2026, disusul Sri Hartati dan Ai Fatimah pada 2027, Romlah pada 2029, serta Sundari pada 2030.

Menunggu penugasan guru dari Dinas Pendidikan atau pemerintah, sekolah tetap mengandalkan beberapa guru untuk mengajar dua rombel. Beban mengajar tersebut diatur tidak lebih dari 40 jam per pekan sesuai Permendikdasmen Nomor 11 Tahun 2025 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru.

Dampak pada pembelajaran

Mengajar dua rombel sekaligus memaksa guru membagi fokus, sehingga efektivitas pembelajaran belum optimal, menurut Bahrul. Karena itu, sekolah mempertimbangkan pembatasan penerimaan murid baru demi menjaga kualitas kegiatan belajar mengajar dan beban kerja guru.

Kuota siswa baru dibatasi

Krisis guru mendorong SDN Sukatani 1 Rajeg berencana hanya menerima satu rombel siswa baru pada tahun pelajaran 2027/2028. Padahal, pada tahun-tahun sebelumnya sekolah tersebut rutin membuka tiga rombel untuk kelas 1.

Bahkan saat membuka 3 rombel saja, kami terpaksa menolak sekitar 150 calon siswa saat SPMB. Dengan rencana penerimaan 1 rombel nanti, tentu daya tampung akan semakin terbatas,” pungkas Bahrul.

Pembatasan itu diperkirakan kian menyusutkan daya tampung SDN Sukatani 1 Rajeg dalam Sistem Penerimaan Murid Baru. Sekolah masih menunggu kiriman guru untuk menutup kekosongan tenaga pendidik saat ini dan pada tahun-tahun berikutnya.

Sumber: Banten Ekspres

Bagaimana reaksi Anda?
Nilai artikel ini
Belum ada penilaian

Mungkin Anda suka

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *