Terkini

IHSG Dibuka Menguat 0,61 Persen Jelang Pengumuman Suku Bunga BI

IHSG dibuka menguat pada perdagangan Rabu pagi, melanjutkan rebound setelah lonjakan pada sesi sebelumnya. Investor menanti keputusan suku bunga Bank Indonesia serta perkembangan respons terhadap pengumuman MSCI.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,61 persen ke level 5.310,85 pada perdagangan Rabu, 21 Oktober 2026 pagi, menjelang pengumuman suku bunga Bank Indonesia. Semenit setelah pembukaan, IHSG masih berada di zona hijau dengan kenaikan 0,31 persen ke level 5.295.

Penguatan ini melanjutkan rebound pada perdagangan sebelumnya, saat IHSG melonjak 5,65 persen. Kenaikan tersebut didorong pengumuman aksi pembelian kembali saham oleh sejumlah emiten serta pernyataan SRO, regulator, dan pemerintah mengenai pembenahan pasar modal.

Pergerakan saham dan sektor

Pada awal perdagangan, sebanyak 357 saham menguat, 154 saham melemah, dan 453 saham lainnya stagnan. Nilai transaksi awal mencapai Rp1,1 triliun dengan volume 1,5 miliar saham.

Mayoritas indeks sektoral berada di zona hijau, meliputi infrastruktur, transportasi, konsumer siklikal, kesehatan, energi, keuangan, konsumer nonsiklikal, properti, dan bahan baku. Sektor industri dan teknologi menjadi dua sektor yang melemah.

Tiga saham yang memimpin jajaran top gainers adalah PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK), Reksa Dana Indeks Batavia IDX30 ETF, dan PT Ifishdeco Tbk (IFSH). Sementara itu, jajaran top losers dihuni oleh DIRE Ciptadana Properti Ritel Indonesia, PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS), serta PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX).

Fokus investor

Pelaku pasar diperkirakan masih mencermati langkah Bursa Efek Indonesia (BEI), pemerintah, dan Danantara dalam merespons pengumuman MSCI. Aksi buyback oleh sejumlah emiten konglomerat serta arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat penegakan aturan di pasar modal juga menjadi perhatian.

Sentimen domestik dan global

Fokus utama pelaku pasar domestik pada hari ini tertuju pada pengumuman suku bunga Bank Indonesia. Dari luar negeri, keputusan bank sentral China yang kembali menahan suku bunga serta rilis data ketenagakerjaan Inggris turut memengaruhi arah pergerakan pasar domestik.

Sumber: Banten TV

Bagaimana reaksi Anda?
Nilai artikel ini
Belum ada penilaian

Mungkin Anda suka

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *