Harga komoditas karet di tingkat petani Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, mengalami kenaikan pada pekan terakhir Oktober 2026. Berdasarkan hasil lelang yang dilaksanakan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Maju Basamo di Kopah, Kecamatan Kuantan Tengah, harga karet mencapai Rp23.861 per kilogram, meningkat Rp161 dibandingkan pekan sebelumnya.
Kenaikan tersebut tercatat dalam kegiatan lelang pada Senin (26/10/2026). Dalam pelaksanaannya, Gapoktan Maju Basamo berhasil menjual sebanyak 13 ton karet hasil produksi petani setempat.
Harga yang terbentuk melalui mekanisme lelang mengalami peningkatan dibandingkan pekan sebelumnya yang berada pada posisi Rp23.700 per kilogram.
Meski pergerakan harga menunjukkan tren positif, jumlah karet yang dipasarkan melalui lelang justru mengalami penurunan. Volume penjualan pada pekan sebelumnya tercatat mencapai 16 ton, sementara pada pekan terakhir Oktober berkurang menjadi 13 ton.
Harga Karet Naik Rp161 per Kilogram
Ketua Gapoktan Maju Basamo Kopah, Setiadi, membenarkan adanya peningkatan harga jual karet dalam pelaksanaan lelang pekan ini.
Menurutnya, kenaikan tersebut menjadi perkembangan positif bagi petani meskipun nilainya masih relatif terbatas.
“Alhamdulillah, harga karet naik tipis Rp161,- per kilogram pekan ini dibandingkan pekan kemaren,” ujar Setiadi di Teluk Kuantan, Selasa (27/10/2026).
Harga lelang yang sebelumnya berada pada Rp23.700 per kilogram kini meningkat menjadi Rp23.861 per kilogram.
Peningkatan tersebut setara dengan sekitar 0,68 persen dibandingkan harga pada pekan sebelumnya.
Setiadi menjelaskan bahwa membaiknya harga karet di tingkat petani turut dipengaruhi oleh perkembangan harga komoditas karet di pasar dunia.
Kenaikan harga karet internasional menjadi salah satu faktor yang mendorong perbaikan harga pembelian hasil produksi petani di wilayah Kopah.
Perubahan harga tersebut menjadi perhatian bagi anggota kelompok tani karena komoditas karet masih menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat di Kabupaten Kuantan Singingi.
Sebanyak 13 Ton Karet Dibeli Pedagang dari Kampar
Dalam kegiatan lelang yang diselenggarakan Gapoktan Maju Basamo, sebanyak 13 ton karet petani berhasil dipasarkan kepada pembeli dari luar wilayah Kuantan Tengah.
Setiadi menyampaikan bahwa seluruh karet yang dilelang pada pekan tersebut dibeli oleh seorang pedagang pengumpul atau toke bernama Arzio yang berasal dari Kabupaten Kampar.
Harga pembelian yang disepakati dalam proses lelang mencapai Rp23.861 per kilogram.
Komoditas yang dipasarkan merupakan hasil produksi anggota kelompok tani karet yang berada di wilayah Kopah, Kecamatan Kuantan Tengah.
Sebanyak 270 anggota kelompok tani tercatat berkontribusi dalam pengumpulan karet yang dipasarkan melalui kegiatan lelang tersebut.
Dengan volume penjualan mencapai 13 ton, kegiatan lelang menjadi salah satu sarana pemasaran hasil perkebunan bagi para petani yang tergabung dalam Gapoktan Maju Basamo.
Jika dihitung berdasarkan volume 13.000 kilogram dengan harga Rp23.861 per kilogram, nilai transaksi secara keseluruhan mencapai sekitar Rp310,19 juta.
Perhitungan tersebut merupakan estimasi nilai penjualan bruto berdasarkan volume dan harga lelang, bukan jumlah pendapatan bersih yang diterima masing-masing petani.
Volume Lelang Turun Tiga Ton Dibanding Pekan Sebelumnya
Di tengah peningkatan harga jual, jumlah karet yang dilelang Gapoktan Maju Basamo pada pekan ini mengalami penurunan.
Setiadi mengungkapkan bahwa volume karet yang terkumpul dan dipasarkan hanya mencapai 13 ton, lebih rendah dibandingkan hasil lelang pekan sebelumnya sebanyak 16 ton.
Dengan demikian, terjadi pengurangan volume sebesar tiga ton atau sekitar 18,75 persen dibandingkan pekan sebelumnya.
Penurunan tersebut menunjukkan bahwa pergerakan harga jual tidak selalu diikuti peningkatan jumlah komoditas yang dipasarkan dalam periode yang sama.
Menurut Setiadi, produktivitas karet petani memang mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
Jumlah hasil produksi yang dapat dikumpulkan dalam setiap periode lelang tidak selalu berada pada tingkat yang sama.
Kondisi tersebut tercermin dari perbedaan volume penjualan antara pekan sebelumnya dan pelaksanaan lelang pada 26 Oktober 2026.
Meski jumlah karet mengalami penurunan, peningkatan harga tetap menjadi perkembangan yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi petani.
Kadar Kekeringan Karet Berkisar 58–60 Persen
Selain perkembangan harga dan volume produksi, Gapoktan Maju Basamo juga mencatat kondisi kadar kekeringan komoditas karet yang dipasarkan.
Setiadi menjelaskan bahwa kadar kekeringan rata-rata karet dalam kegiatan lelang berada pada kisaran 58 hingga 60 persen.
Angka tersebut menjadi salah satu informasi mengenai karakteristik hasil produksi karet yang dihimpun dari anggota kelompok tani.
Kondisi komoditas yang dipasarkan menjadi bagian dari aspek yang diperhatikan dalam aktivitas perdagangan karet.
Sementara itu, perubahan produktivitas antarmasa lelang menunjukkan bahwa jumlah pasokan karet dari petani masih mengalami fluktuasi.
Dengan jumlah anggota mencapai 270 petani, kegiatan pengumpulan dan pelelangan karet menjadi aktivitas ekonomi yang melibatkan banyak pelaku perkebunan rakyat di wilayah Kopah.
Petani Berharap Harga dan Produktivitas Terus Meningkat
Setiadi berharap perkembangan positif harga karet dapat berlanjut pada kegiatan lelang berikutnya.
Selain mengharapkan harga jual yang lebih baik, ia juga berharap produktivitas perkebunan karet petani kembali meningkat setelah mengalami penurunan volume pada pekan ini.
“Mudah-mudahan lelang pekan depan produktivitas karet petani naik dan harga jual juga naik,” katanya.
Harapan tersebut disampaikan mengingat hasil produksi dan harga jual karet merupakan dua faktor penting dalam aktivitas ekonomi petani.
Peningkatan harga dapat memberikan peluang perbaikan nilai penjualan, sedangkan pertumbuhan volume produksi memungkinkan lebih banyak hasil perkebunan dipasarkan.
Namun, perkembangan keduanya tetap bergantung pada kondisi produksi dan pergerakan harga komoditas dalam periode berikutnya.
Perkebunan Karet Masih Menjadi Penopang Ekonomi Masyarakat Kuansing
Komoditas karet memiliki peranan dalam kehidupan ekonomi sebagian masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi.
Di wilayah tersebut, masih banyak warga yang menggantungkan sumber penghasilannya pada aktivitas perkebunan karet.
Karena itu, perubahan harga jual hasil produksi menjadi salah satu perkembangan yang mendapat perhatian para petani.
Membaiknya harga karet di tingkat petani juga memberikan dorongan bagi masyarakat untuk terus mengelola dan merawat lahan perkebunan mereka.
Kenaikan harga yang terjadi pada pekan terakhir Oktober 2026 menjadi perkembangan positif meskipun volume komoditas yang dilelang mengalami penurunan.
Melalui kegiatan lelang yang dikelola Gapoktan Maju Basamo, hasil perkebunan para anggota dapat dipasarkan secara kolektif kepada pembeli.
Pada pelaksanaan lelang 26 Oktober 2026, sebanyak 13 ton karet dari 270 anggota kelompok tani berhasil terjual dengan harga Rp23.861 per kilogram.
Gapoktan Maju Basamo berharap harga komoditas tersebut dapat kembali meningkat pada pekan berikutnya, disertai perbaikan produktivitas perkebunan.
Perkembangan harga dan volume lelang selanjutnya menjadi hal yang akan terus diperhatikan petani, mengingat komoditas karet masih berperan penting dalam menopang kegiatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Kuantan Singingi.


Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!