Terkini

DPKP Kota Jambi Perkuat Pendampingan Petani, Antisipasi Risiko Gagal Panen 26 Hektare

DPKP Kota Jambi mendampingi petani untuk menekan risiko gagal panen di 26 hektare sawah akibat hujan tinggi dan genangan air.

Image Source: jambi.antaranews.com

JAMBI – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Jambi memperkuat pendampingan kepada petani untuk mengurangi risiko gagal panen akibat kondisi cuaca yang mengganggu kegiatan pertanian.

Kepala DPKP Kota Jambi, Evridal Asri, mengatakan sekitar 26 hektare lahan sawah berpotensi mengalami gagal panen. Kondisi tersebut dipengaruhi curah hujan tinggi yang menyebabkan sejumlah lahan tergenang air dan menghambat aktivitas budi daya tanaman.
Menurutnya, situasi ini menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama bagi petani yang mengalami keterlambatan masa tanam karena sawah belum dapat diolah secara optimal.
Kota Jambi memiliki lahan sawah seluas 459 hektare dengan periode tanam pada April hingga September 2026. Petani yang mulai menanam pada April dan Mei sebagian sudah memasuki masa panen. Sementara itu, petani yang baru melakukan penanaman pada Juli menghadapi risiko gagal panen lebih besar akibat kondisi cuaca saat ini.
DPKP Kota Jambi terus melakukan pendampingan kepada masyarakat dan kelompok tani untuk menekan potensi kerugian serta menjaga produktivitas pertanian. Curah hujan tinggi dan genangan air menjadi kendala dalam menentukan waktu tanam dan mengelola lahan.
Selain itu, keterbatasan sumber air juga masih menjadi persoalan bagi petani, meskipun sejumlah sarana pendukung, seperti pompa mesin, telah tersedia.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Jambi berupaya menjaga keterjangkauan pangan bagi masyarakat melalui program Gerakan Pangan Murah dan gerai pangan yang dikelola DPKP.
Melalui gerai tersebut, kelompok tani dapat menjual hasil panen secara langsung kepada masyarakat. Sejumlah komoditas yang disediakan Perum Bulog juga tersedia untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.
Upaya pendampingan petani dan penyediaan pangan tersebut diharapkan dapat mengurangi dampak risiko gagal panen sekaligus menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat Kota Jambi.
Bagaimana reaksi Anda?
Nilai artikel ini
Belum ada penilaian

Mungkin Anda suka

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *