Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Cianjur mencatat produksi padi hingga September 2026 mencapai 645.522 ton Gabah Kering Giling (GKG), sesuai dengan proyeksi yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Kepala Bidang Tanaman DTPHP Cianjur Dandan Hendayana mengatakan ancaman kekeringan di sejumlah wilayah diperkirakan tidak akan berdampak signifikan terhadap produksi padi. Gangguan akibat kondisi tersebut diproyeksikan hanya sekitar satu persen dan tidak akan memicu penurunan produksi secara drastis.
Antisipasi Kekeringan
DTPHP Cianjur bersama Balai Besar Wilayah Sungai dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Cianjur memetakan jaringan irigasi yang membutuhkan perbaikan untuk mengantisipasi potensi El Nino hingga awal 2027.
Langkah tersebut diperlukan untuk mendukung ketersediaan air bagi petani dan menjaga keberlangsungan produksi padi di Kabupaten Cianjur, dimana saat ini hasil GKG Cianjur masuk dalam peringkat ke empat di Jabar,” katanya.
DTPHP Cianjur menyiapkan langkah antisipasi agar kekeringan tidak terlalu mengganggu musim tanam pertama pada Oktober hingga Desember 2026. Berdasarkan data Juni 2026, sekitar 201 hektare lahan pertanian di Cianjur terancam kekeringan.
Koordinasi Lintas Sektor
DTPHP mengoptimalkan program irigasi yang tersedia dan bantuan pompa air dari pemerintah pusat untuk mengantisipasi potensi kekeringan, sembari memperkuat koordinasi lintas sektor guna menjaga ketersediaan air bagi lahan persawahan.
“Pelaksanaannya dilakukan melalui koordinasi lintas sektor dengan instansi terkait, guna menghadapi potensi kemarau yang berkepanjangan, dimana koordinasi dilakukan dengan BBWS dan PUTR Cianjur untuk memetakan jaringan irigasi yang membutuhkan perbaikan,” katanya.
DTPHP Cianjur memetakan jaringan irigasi dan berkoordinasi dengan BBWS serta PUTR Cianjur untuk menghadapi kemungkinan kemarau berkepanjangan sekaligus menjaga produksi padi daerah.
Sumber: Antara News Jawa Barat


Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!