Terkini

BGN Efisiensikan Anggaran MBG Rp44 Triliun

BGN mengembalikan Rp44 triliun ke negara setelah menata anggaran Program Makan Bergizi Gratis selama 100 hari kepemimpinan Sudaryono.

Wujudkan perbaikan, BGN efisiensi anggaran MBG Rp44 triliun

Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp44 triliun selama 100 hari kepemimpinan Kepala BGN Sudaryono. Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari perbaikan tata kelola program.

“Sampai dengan 100 hari ini, kami telah efisiensi anggaran, dari Rp268 triliun yang dialokasikan kepada BGN, setelah kami hitung, kami rasa kami cukup dengan Rp229 triliun, sehingga ada Rp38 triliun yang anggarannya kami kembalikan ke kas negara,” kata Sudaryono di Jakarta, Kamis.

Rincian pengembalian anggaran

Selain Rp38 triliun dari alokasi BGN, efisiensi juga dilakukan pada yayasan sebesar Rp2,5 triliun dan dana operasional dapur MBG sebesar Rp3 triliun. BGN turut mengembalikan Rp0,5 triliun dari saldo virtual account fiktif, sehingga total dana yang dikembalikan ke negara mencapai Rp44 triliun.

Insentif dapur berbasis jumlah porsi

BGN juga menetapkan insentif flat bagi setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebesar Rp2.000 per porsi MBG, dikalikan jumlah penerima manfaat. Sebelumnya, dapur menerima pembayaran tetap Rp6 juta, terlepas dari jumlah porsi makanan yang disalurkan.

“Dahulu, dapur itu berapapun dia kasih makan, itu dibayar Rp6 juta, sementara satu ompreng itu Rp15 ribu, karena idealnya satu dapur itu (melayani) 3.000 porsi, ini enggak, melayani 500, 700, 1.000, dibayar tetap Rp6 juta. Maka, kami telah mengeluarkan aturan, insentif itu berlaku flat Rp2.000, dikalikan sesuai jumlah penerima manfaat,” paparnya.

Tindak lanjut temuan pengawasan

Mas Dar mengatakan BGN juga mengembalikan Rp160 miliar ke kas negara sesuai temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta rekomendasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Menurut dia, penelusuran penggunaan anggaran akan terus dilakukan karena dana tersebut merupakan uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan.

Sumber: ANTARA News Banten

Bagaimana reaksi Anda?
Nilai artikel ini
Belum ada penilaian

Mungkin Anda suka

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *