Pemerintah Desa Tlogowungu, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, melakukan perbaikan terhadap Jembatan Garuda yang merupakan bagian dari program pembangunan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Perbaikan dilakukan meskipun jembatan tersebut belum resmi digunakan melalui prosesi peresmian.
Langkah tersebut diambil setelah warga menilai kondisi konstruksi jembatan belum optimal, terutama pada bagian beton yang dianggap masih kurang tebal. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah desa melakukan penambahan lapisan beton guna memperkuat struktur sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat saat melintasinya.
Perbaikan ini menjadi perhatian karena jembatan yang telah selesai dibangun sebelumnya masih memerlukan penyesuaian konstruksi sebelum diresmikan.
Warga Nilai Ketebalan Beton Jembatan Belum Memadai
Salah seorang warga Desa Tlogowungu yang juga terlibat sebagai pekerja, Supriyanto, menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda dimulai pada 13 Juni 2026 melalui program TNI.
Setelah proses pembangunan selesai, masyarakat menemukan bahwa kondisi permukaan jembatan dinilai belum sepenuhnya memenuhi harapan, khususnya dari segi ketebalan beton.
Menurut Supriyanto, ketika jembatan dilintasi, terdapat sensasi pantulan pada konstruksi yang membuat warga mempertanyakan ketebalan lapisan beton.
Kondisi tersebut kemudian menjadi pertimbangan untuk melakukan perbaikan tambahan agar jembatan dapat digunakan dengan lebih nyaman.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Desa Tlogowungu melakukan pekerjaan penebalan beton sekitar 10 sentimeter.
Penambahan lapisan tersebut diharapkan dapat memperbaiki kondisi konstruksi yang sebelumnya dikeluhkan warga, sekaligus meningkatkan kekokohan jembatan sebagai sarana penghubung antarwilayah.
Pemerintah Desa Alokasikan Anggaran Sekitar Rp53 Juta
Kepala Desa Tlogowungu, Bambang Sutambah, membenarkan adanya pekerjaan perbaikan terhadap Jembatan Garuda.
Bambang menjelaskan bahwa keputusan melakukan renovasi didasarkan pada hasil penilaian terhadap ketebalan beton yang dinilai masih memerlukan penambahan.
Dalam keterangannya melalui sambungan telepon, Bambang menyampaikan bahwa anggaran yang digunakan untuk pekerjaan tersebut mencapai sekitar Rp53 juta.
Dana perbaikan berasal dari hasil lelang tanah bengkok atau lahan sawah yang menjadi salah satu sumber pendapatan desa.
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan renovasi tidak dilakukan secara sepihak. Sebelum pekerjaan dimulai, pemerintah desa telah membahas rencana tersebut melalui mekanisme musyawarah desa (Musdes).
Melalui forum tersebut, keputusan penambahan ketebalan beton disepakati bersama sebagai langkah untuk memperbaiki kondisi jembatan.
Sementara itu, Supriyanto sebelumnya memperkirakan kebutuhan biaya renovasi berada pada kisaran Rp50 juta.
Perbedaan angka tersebut merupakan estimasi yang disampaikan warga dan keterangan kepala desa mengenai anggaran pekerjaan yang telah disepakati.
Jembatan Jadi Akses Penting bagi Aktivitas Masyarakat
Keberadaan Jembatan Garuda memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat Desa Tlogowungu dan wilayah sekitarnya.
Supriyanto menjelaskan bahwa jembatan tersebut menjadi salah satu jalur alternatif yang menghubungkan akses menuju Desa Kalinanas, Randugunting, hingga Desa Dologan.
Selain mendukung pergerakan masyarakat antarwilayah, jalur tersebut juga digunakan warga untuk menunjang aktivitas pertanian.
Akses penghubung ini dinilai penting karena memudahkan masyarakat menjangkau lahan pertanian dan menjalankan kegiatan sehari-hari.
Kepala Desa Bambang Sutambah menambahkan bahwa manfaat jembatan tidak hanya terbatas pada jalur transportasi masyarakat.
Menurutnya, infrastruktur tersebut juga menjadi akses menuju kawasan makam baru serta lahan pertanian yang dimanfaatkan penduduk setempat.
Dengan berbagai fungsi tersebut, pemerintah desa menilai penambahan ketebalan beton perlu dilakukan agar jembatan memiliki kondisi yang lebih baik untuk menunjang kebutuhan masyarakat.
Pembangunan Berasal dari Program TNI
Bambang menjelaskan bahwa Jembatan Garuda merupakan infrastruktur yang dibangun melalui program TNI.
Pemerintah desa menyampaikan apresiasi atas pembangunan jembatan yang telah memberikan akses penghubung bagi masyarakat Tlogowungu dan sekitarnya.
Meski demikian, Bambang menerangkan bahwa terdapat sejumlah pekerjaan pendukung yang menjadi tanggung jawab pemerintah desa.
Pekerjaan tersebut meliputi pembangunan sayap jembatan serta parit yang berada di sekitar konstruksi.
Dengan demikian, keterlibatan pemerintah desa tidak hanya mencakup perbaikan lapisan beton, tetapi juga penyediaan bagian infrastruktur pendukung yang telah menjadi tanggung jawab desa.
Pemerintah Desa Tlogowungu menyampaikan terima kasih atas pembangunan jembatan melalui program TNI, sembari memastikan pekerjaan tambahan yang diperlukan dapat dilaksanakan sesuai hasil kesepakatan bersama.
Renovasi Diharapkan Tingkatkan Kenyamanan Pengguna
Penebalan beton Jembatan Garuda sekitar 10 sentimeter merupakan upaya Pemerintah Desa Tlogowungu untuk menindaklanjuti penilaian warga terhadap kondisi konstruksi yang belum optimal.
Melalui penggunaan anggaran sekitar Rp53 juta dari hasil lelang tanah bengkok, pemerintah desa berupaya memperbaiki bagian jembatan yang dianggap perlu mendapat penguatan sebelum peresmian.
Kepentingan masyarakat menjadi salah satu pertimbangan utama mengingat jembatan tersebut digunakan sebagai jalur alternatif menuju beberapa desa, kawasan pertanian, dan area pemakaman.
Perbaikan ini diharapkan dapat meningkatkan kekokohan serta kenyamanan penggunaan jembatan dalam mendukung mobilitas penduduk.
Meski pekerjaan tambahan dilakukan sebelum peresmian, belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai jadwal peresmian maupun hasil pemeriksaan teknis setelah penebalan beton dilaksanakan.
Pemerintah desa berharap perbaikan yang dilakukan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekaligus mendukung kelancaran aktivitas sehari-hari melalui akses penghubung tersebut.
Sumber: Radar Bojonegoro



Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!