Bandara Lombok dukung pemenuhan gizi balita dan ibu hamil
PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Lombok mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pangan Berdaya 2026. Program di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, itu menyasar pemenuhan gizi balita serta ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis (KEK).
“Program pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita serta dukungan pemenuhan gizi bagi ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis (KEK), dilaksanakan di Puskesmas Penujak, Puskesmas Sengkol, dan Puskesmas Batujai,” kata General Manager Bandara Internasional Lombok Aidhil Philip Julian di Lombok Tengah, Kamis.
Sasaran dan bentuk kegiatan
Aidhil mengatakan program tersebut diharapkan membantu pemenuhan kebutuhan pangan dan peningkatan kualitas gizi masyarakat. Kelompok yang menjadi perhatian ialah balita dan ibu hamil dengan kondisi KEK.
Rangkaian kegiatan mencakup edukasi gizi bagi orang tua atau pengasuh balita serta ibu hamil, penimbangan dan pengukuran status gizi balita, pemberian makanan tambahan bagi balita, dan penyaluran susu. Susu diberikan kepada balita dan ibu hamil dengan kondisi KEK.
“Kegiatan ini juga dilengkapi dengan edukasi mengenai gizi seimbang dan pola pemberian makanan yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Kolaborasi dengan puskesmas
Pelaksanaan program dilakukan bersama Puskesmas Penujak, Puskesmas Sengkol, dan Puskesmas Batujai agar sesuai kebutuhan penerima manfaat. Secara keseluruhan, program menjangkau 325 balita dan 103 ibu hamil dengan kondisi KEK.
Menurut Aidhil, program tersebut merupakan kontribusi perusahaan untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, terutama ibu dan anak, melalui edukasi serta intervensi pemenuhan gizi yang melibatkan fasilitas pelayanan kesehatan.
Bantuan berlangsung hingga November
Dukungan program diserahkan secara simbolis di Puskesmas Batujai pada Agustus 2026. Penyerahan itu menandai dimulainya rangkaian kegiatan hingga November 2026 dengan nilai bantuan Rp151 juta.
Aidhil menyatakan kolaborasi perusahaan, pemerintah daerah, dan fasilitas pelayanan kesehatan penting untuk mendorong peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Sumber: ANTARA News




Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!