Terkini

Menaker Yassierli Berikan 5 Bekal Penting Hadapi Dunia Kerja bagi Generasi Muda

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memperkenalkan formula 5T sebagai bekal generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja yang dipengaruhi teknologi dan AI.

Formula 5T sebagai Bekal Utama

Yassierli merangkum bekal tersebut dalam formula 5T, yaitu Think, Tech, Talk, Team, dan Trust. Think menekankan pentingnya berpikir kritis, rasa ingin tahu, dan keberanian bertanya. Sedangkan Tech mengajak generasi muda memahami perkembangan teknologi, data, dan AI, yang kini menjadi kebutuhan semua bidang ilmu.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan lima bekal utama yang harus dimiliki generasi muda untuk siap bersaing di dunia kerja yang dinamis dan dipengaruhi pesatnya perkembangan teknologi. Dalam sambutannya saat Grand Opening Albacadabra di SMA Pesantren Unggul Al Bayan, Sukabumi, ia memperkenalkan formula 5T: Think, Tech, Talk, Team, dan Trust. Yassierli mengajak generasi muda untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan rasa ingin tahu (Think), memahami teknologi dan data secara mendalam (Tech), menguasai komunikasi efektif (Talk), mengembangkan keterampilan bekerja sama (Team), serta menanamkan integritas dan tanggung jawab (Trust) sebagai landasan utama. Ia menekankan, “AI gunakan sebaik-baiknya, dia akan menjadi mitra kita untuk mengolah dan mencari data. Dia tidak akan pernah bisa menggantikan manusia, dan orang-orang yang sukses adalah orang yang mampu berkolaborasi dengan AI, tetapi tetap harus diimbangi dengan empati, kebijaksanaan, dan tanggung jawab dalam penggunaannya.” Lebih jauh, Yassierli mengingatkan bahwa keahlian tanpa karakter kuat tidaklah cukup; integritas justru menjadi kunci agar seseorang dipercaya dalam menjalankan tugas dan mengambil keputusan yang tepat.

Menurut Menaker, kemampuan menggunakan teknologi secara bijak sangat penting. AI dapat membantu dalam pengolahan informasi dan pencarian data, namun penggunaannya harus disertai empati, kebijaksanaan, dan tanggung jawab.

AI gunakan sebaik-baiknya, dia akan menjadi mitra kita untuk mengolah dan mencari data. Dia tidak akan pernah bisa menggantikan manusia, dan orang-orang yang sukses adalah orang yang mampu berkolaborasi dengan AI, tetapi tetap harus diimbangi dengan empati, kebijaksanaan, dan tanggung jawab dalam penggunaannya,” tegas Yassierli.

Komunikasi, Kolaborasi, dan Integritas

Bekal berikutnya adalah Talk, yang mengajarkan kemampuan berkomunikasi secara efektif, kemampuan mendengarkan, serta penguasaan bahasa asing. Team menekankan pentingnya kolaborasi dan kemampuan beradaptasi dalam mencapai tujuan bersama. Sedangkan Trust berkaitan dengan kejujuran, tanggung jawab, dan integritas yang menjadi fondasi kepercayaan dalam menjalankan pekerjaan.

Yassierli menegaskan bahwa keahlian harus diimbangi dengan karakter yang kuat agar seseorang dapat dipercaya dalam melaksanakan tugas dan mengambil keputusan.

“Keahlian membuka pintu, integritas membuat orang percaya. Anda harus punya integritas, berani mengatakan tidak kalau itu tidak sesuai dengan hati nurani,” ungkap Yassierli.

Melalui formula 5T ini, Menteri Ketenagakerjaan berharap generasi muda Indonesia dapat berkembang menjadi individu yang kompeten, berkarakter, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Langkah ini sejalan dengan berbagai program pelatihan kerja yang diluncurkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, termasuk pelatihan bagi 1.600 calon peserta di Sukabumi.

Sumber: Banten TV

Bagaimana reaksi Anda?
Nilai artikel ini
Belum ada penilaian

Mungkin Anda suka

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *