Pemerintah Kota Semarang terus mempersiapkan pengembangan sistem transportasi publik yang lebih aman, nyaman, dan ramah lingkungan. Salah satu langkah yang direncanakan adalah penambahan 18 unit bus listrik untuk Koridor V Trans Semarang pada 2027, disertai target sertifikasi kompetensi bagi seluruh 371 pengemudi layanan tersebut.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa kedua agenda tersebut menjadi bagian dari pembenahan layanan angkutan umum untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Melalui penguatan armada dan kompetensi pengemudi, pemerintah kota berupaya menghadirkan transportasi publik yang lebih terintegrasi sekaligus mendorong masyarakat mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Rencana tersebut disampaikan Agustina dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) III Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K) yang berlangsung di Ruang Lokakrida, Balai Kota Semarang, Jumat (23/10/2026).
Forum tersebut mengangkat tema pembangunan konektivitas dan pelayanan transportasi publik yang inklusif serta berwawasan lingkungan.
Pemkot Semarang Siapkan 18 Bus Listrik untuk Koridor V
Agustina Wilujeng menyampaikan bahwa pengembangan transportasi umum menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung mobilitas masyarakat Kota Semarang.
Pemerintah kota telah merencanakan pengoperasian 18 unit bus listrik untuk memperkuat pelayanan Koridor V Trans Semarang pada 2027.
Penggunaan armada berbasis listrik menjadi bagian dari arah pengembangan transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Selain pembaruan armada, pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap kualitas layanan agar transportasi umum semakin mampu memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat.
Agustina menilai bahwa keberadaan angkutan umum yang memadai memiliki peran penting dalam membangun sistem mobilitas perkotaan.
Karena itu, peningkatan kualitas transportasi publik tidak dapat dipisahkan dari kebijakan pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan pemerintah daerah.
Pemerintah Kota Semarang berharap penguatan layanan Trans Semarang dapat mendorong masyarakat menjadikan angkutan umum sebagai salah satu pilihan utama dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Seluruh 371 Pengemudi Ditargetkan Memiliki Sertifikasi Kompetensi
Selain menyiapkan armada bus listrik, Pemerintah Kota Semarang menargetkan sertifikasi kompetensi bagi 371 pengemudi Trans Semarang dapat diselesaikan pada 2027.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berperan langsung dalam pelayanan angkutan umum.
Peningkatan kompetensi pengemudi ditempatkan sebagai salah satu prioritas karena kualitas pelayanan transportasi tidak hanya ditentukan oleh kondisi kendaraan dan ketersediaan infrastruktur.
Aspek keselamatan, kenyamanan, dan profesionalisme dalam penyelenggaraan layanan juga menjadi perhatian pemerintah kota.
Melalui target sertifikasi tersebut, seluruh pengemudi diharapkan memiliki kompetensi yang mendukung pelaksanaan tugas pelayanan transportasi publik.
Agustina menempatkan pembenahan kualitas pengemudi dan penambahan kendaraan sebagai dua langkah yang saling melengkapi dalam pengembangan Trans Semarang.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berupaya memperbaiki kualitas transportasi dari sisi fasilitas maupun pelayanan kepada pengguna.
Pembangunan Jalan Harus Sejalan dengan Penguatan Transportasi Publik
Dalam forum pembahasan pembangunan kota, Agustina menegaskan bahwa peningkatan kualitas infrastruktur jalan perlu dilaksanakan secara bersamaan dengan pengembangan transportasi publik.
Menurutnya, pembangunan jalan yang semakin baik belum cukup untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat apabila tidak didukung pilihan angkutan umum yang memadai.
Karena itu, pemerintah daerah perlu memperhatikan keterkaitan antara kualitas jaringan jalan dan ketersediaan transportasi umum dalam perencanaan pembangunan kota.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan sistem mobilitas yang lebih terhubung dan mampu menjangkau kebutuhan masyarakat.
Penguatan layanan transportasi publik juga diharapkan dapat memberikan alternatif perjalanan bagi warga yang selama ini mengandalkan kendaraan pribadi.
Dalam pengembangan sistem transportasi perkotaan, kualitas infrastruktur dan pelayanan angkutan umum menjadi dua unsur penting yang perlu berjalan beriringan.
Kondisi Jalan Mantap Semarang Meningkat Jadi 94,02 Persen
Dari sisi pembangunan infrastruktur, Pemerintah Kota Semarang mencatat peningkatan persentase jalan dalam kondisi mantap selama beberapa tahun terakhir.
Pada 2022, persentase jalan mantap di Kota Semarang berada pada angka 90,42 persen.
Capaian tersebut kemudian meningkat menjadi 94,02 persen pada 2025.
Dengan demikian, terdapat kenaikan sebesar 3,60 poin persentase dalam periode tersebut.
Pemerintah Kota Semarang menargetkan tingkat kemantapan jalan mencapai 95 persen pada 2030.
Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas infrastruktur yang mendukung aktivitas masyarakat dan kelancaran mobilitas perkotaan.
Meski persentase jalan mantap menunjukkan peningkatan, pemerintah kota masih menghadapi pekerjaan dalam penanganan berbagai persoalan infrastruktur jalan.
Oleh karena itu, perbaikan dan pemeliharaan jalan tetap menjadi perhatian dalam agenda pembangunan daerah.
Sekitar 1.400 Aduan Jalan Masuk Melalui Lapor Semar
Pemerintah Kota Semarang juga mencatat sejumlah laporan masyarakat terkait kondisi infrastruktur jalan melalui kanal pengaduan Lapor Semar.
Sejak Januari hingga 20 Oktober 2026, terdapat sekitar 1.400 pengaduan mengenai persoalan jalan yang disampaikan melalui kanal tersebut.
Dari keseluruhan laporan yang diterima, sebanyak 74,6 persen telah ditangani pemerintah daerah.
Artinya, masih terdapat sekitar 25,4 persen pengaduan yang memerlukan tindak lanjut berdasarkan data pada periode tersebut.
Pemerintah Kota Semarang berupaya mempercepat penyelesaian laporan yang belum tertangani agar berbagai persoalan infrastruktur dapat segera ditindaklanjuti.
Keberadaan kanal pengaduan menjadi salah satu sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan kondisi jalan yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Melalui informasi tersebut, pemerintah daerah dapat memantau laporan warga sekaligus menentukan kebutuhan penanganan infrastruktur.
Perbaikan Jalan Yos Sudarso hingga Terminal Penggaron Direncanakan pada 2027
Sebagai bagian dari agenda pembenahan infrastruktur, Pemerintah Kota Semarang merencanakan sejumlah pekerjaan perbaikan jalan pada 2027.
Beberapa lokasi yang menjadi sasaran meliputi Jalan Yos Sudarso, Jalan Kalibaru, serta kawasan Terminal Penggaron.
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur dan mendukung kelancaran pergerakan masyarakat.
Perbaikan infrastruktur juga berkaitan dengan kebutuhan penguatan sistem transportasi umum, terutama pada kawasan yang memiliki aktivitas mobilitas tinggi.
Pemerintah daerah menempatkan pembenahan jalan dan pengembangan angkutan publik sebagai agenda yang perlu direncanakan secara terpadu.
Dengan pendekatan tersebut, peningkatan kualitas jalan diharapkan dapat berjalan selaras dengan pengembangan layanan transportasi perkotaan.
Penumpang Trans Semarang Turun Menjadi 13,25 Juta pada 2025
Di tengah rencana pengembangan armada dan peningkatan kualitas pelayanan, jumlah pengguna Trans Semarang tercatat mengalami penurunan.
Pada 2024, jumlah penumpang layanan tersebut mencapai 13,96 juta orang.
Namun, pada 2025, jumlah pengguna turun menjadi 13,25 juta penumpang.
Dengan demikian, terjadi penurunan sekitar 710 ribu penumpang dibandingkan tahun sebelumnya.
Data tersebut menunjukkan adanya tantangan bagi Pemerintah Kota Semarang dalam meningkatkan penggunaan angkutan umum.
Saat ini, Trans Semarang mengoperasikan delapan koridor utama, empat layanan pengumpan atau feeder, serta satu layanan malam.
Jaringan pelayanan tersebut menjadi bagian dari sistem transportasi publik yang melayani kebutuhan perjalanan masyarakat Kota Semarang.
Penurunan jumlah penumpang menjadi salah satu kondisi yang perlu diperhatikan dalam pengembangan layanan ke depan.
Melalui rencana penambahan bus listrik dan sertifikasi pengemudi, pemerintah kota berupaya meningkatkan kualitas transportasi umum agar lebih menarik bagi masyarakat.
Transformasi Transportasi Publik Jadi Agenda Pembangunan Semarang
Pemerintah Kota Semarang menempatkan pengembangan angkutan umum dan pembenahan infrastruktur jalan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas mobilitas masyarakat.
Rencana penyediaan 18 bus listrik untuk Koridor V pada 2027 menjadi salah satu langkah menuju penggunaan armada transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Pada saat yang sama, target sertifikasi bagi 371 pengemudi diarahkan untuk mendukung peningkatan kompetensi sumber daya manusia dalam pelayanan Trans Semarang.
Kebijakan tersebut berjalan bersamaan dengan agenda peningkatan kemantapan jalan, percepatan penanganan pengaduan masyarakat, serta rencana perbaikan sejumlah ruas jalan pada tahun mendatang.
Melalui penguatan infrastruktur dan pelayanan angkutan umum secara beriringan, Pemerintah Kota Semarang berupaya membangun sistem transportasi yang lebih terintegrasi dan mampu memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat.
Pengembangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengguna, memperkuat kualitas pelayanan publik, serta mendorong peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi menuju transportasi umum.
Sumber: Radar Semarang



Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!