Terkini

BNPT Ingatkan Ancaman Radikalisme Digital, Generasi Muda Jadi Sasaran Propaganda dan Rekrutmen

BNPT memperingatkan pola baru penyebaran paham kekerasan melalui internet dan memperkuat literasi digital serta pencegahan radikalisme di kalangan muda.

Image Source: lampung.antaranews.com

BANDARLAMPUNG – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital telah memunculkan pola baru penyebaran paham kekerasan. Ancaman tersebut perlu diantisipasi melalui penguatan pencegahan, peningkatan literasi digital, serta perlindungan generasi muda dari paparan konten berbahaya di internet.

Kepala BNPT Eddy Hartono mengatakan, internet menjadi salah satu sarana efektif untuk menyebarkan propaganda, melakukan rekrutmen, dan menyebarkan paham terorisme yang menyasar kalangan muda. Hal itu disampaikannya di Bandarlampung, Rabu (28/10/2026).
Menurut Eddy, fenomena tersebut berkaitan dengan ideologi *salafi-jihadism* dan *high-tech violent extremism* yang mengusung paham kekerasan. Untuk menghadapi ancaman tersebut, pemerintah menyusun Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme melalui Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2026.
BNPT juga memperkuat koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta penyedia layanan elektronik untuk meningkatkan perlindungan anak dari konten berbahaya. Upaya pencegahan turut melibatkan Polri, unsur intelijen, dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Selain pendekatan keamanan, edukasi masyarakat dinilai penting untuk membangun ketahanan terhadap paham ekstremisme. Eddy mengapresiasi film *Ageman* yang diinisiasi Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Lampung sebagai sarana edukasi keberagaman dan literasi masyarakat. Film tersebut direncanakan menjangkau pelajar SMP, SMA, hingga mahasiswa.
Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan pemerintah provinsi telah menjalankan intervensi terhadap kelompok sasaran pencegahan radikalisme selama sekitar satu tahun terakhir. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi, pendidikan literasi, dan penguatan wawasan kebangsaan, terutama bagi siswa SMA.
Pemerintah Provinsi Lampung juga akan berkolaborasi dengan forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) untuk memperkuat pendidikan kebangsaan di sekolah. Program tersebut direncanakan dimulai dalam waktu dekat dengan melibatkan unsur forkopimda untuk memberikan pengajaran langsung kepada para pelajar.
Melalui kolaborasi pemerintah, lembaga keamanan, sekolah, dan masyarakat, pencegahan penyebaran paham kekerasan di ruang digital diharapkan semakin kuat, sehingga generasi muda dapat memanfaatkan teknologi secara bijak dan tetap terlindungi dari pengaruh ekstremisme.
Bagaimana reaksi Anda?
Nilai artikel ini
Belum ada penilaian

Mungkin Anda suka

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *