Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Banten, memanfaatkan 24 tandon untuk mendukung ketahanan pangan melalui program penanaman padi apung. Uji coba tahap pertama dilakukan di Tandon Ciater, Kecamatan Serpong, pada Senin (26/10), di tengah keterbatasan lahan pertanian di wilayah tersebut.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan kota itu tidak memiliki lahan persawahan yang memadai. Karena itu, tandon yang tersedia di Tangsel diupayakan memiliki fungsi tambahan, termasuk untuk budidaya padi.
“Walaupun Tangerang Selatan tidak punya sawah, tidak punya areal sawah kering atau sawah tanah hijau, ya kita usahakan tandon-tandon yang ada di Tangerang Selatan itu multifungsi, termasuk dalam menanam tanaman padi,” ujar Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie dalam keterangannya di Tangerang, Selasa.
Tahap uji coba di Tandon Ciater
Benyamin menyebut terdapat sekitar 24 tandon yang berpotensi dikembangkan fungsinya. Penerapannya akan mempertimbangkan hasil uji coba, manfaat yang diperoleh, serta kesesuaian kondisi masing-masing tandon.
Pada tahap awal, Pemkot Tangsel menggunakan 200 lembar styrofoam sebagai media tanam. Setiap lembar dilengkapi 21 pot, dengan masing-masing pot berisi tiga bibit padi varietas Inpari 32 yang dinilai sesuai dengan kondisi perairan di lokasi.
Evaluasi hingga masa panen
Penanaman padi apung masih berada pada tahap uji coba dan akan dievaluasi hingga masa panen yang diperkirakan berlangsung pada akhir Januari 2027. Hasilnya akan menjadi pertimbangan untuk memperluas pemanfaatan tandon dalam strategi ketahanan pangan daerah.
“Ini uji coba dulu. Satu pot tiga bibit, tiga batang padi, yang nanti akan panennya kita lihat nanti di Januari,” kata Benyamin.
Potensi komoditas lain dan keterlibatan warga
Selain padi, Pemkot Tangsel akan menjajaki penanaman sayuran dan cabai. Benyamin juga meminta perangkat daerah terkait menghitung dampak serta manfaat program, termasuk potensi kontribusinya terhadap pengendalian inflasi daerah.
Untuk mendukung program tersebut, Pemkot Tangsel akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Banten, Kontak Tani Nelayan Andalan, Kementerian Pertanian, dan perangkat daerah terkait. Pengembangan program juga diharapkan melibatkan generasi muda melalui unsur masyarakat, termasuk TNI, Pramuka, dan Karang Taruna, untuk menumbuhkan minat menjadi petani.
Sumber: ANTARA News Banten



Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!