Rektor Universitas Hasanuddin Prof Jamaluddin Jompa mengatakan Pusat Litbang Opini Publik, Demokrasi, dan Pembangunan LPPM Unhas hadir untuk mengakomodasi aspirasi masyarakat Indonesia Timur. Pernyataan tersebut disampaikan dalam diskusi hasil survei Pusat Litbang Unhas di Makassar pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Suara kawasan timur
Menurut Jamaluddin Jompa, Kawasan Timur Indonesia kerap tertinggal dalam berbagai indeks. Suara masyarakat di wilayah tersebut juga dinilai dapat tenggelam karena jumlah populasi di wilayah barat, khususnya Pulau Jawa, lebih besar.
KTI (Kawasan Timur Indonesia) kan sudah lama tertinggal dalam berbagai indeks. Ini tidak adil dan tidak boleh. Saya kira pemerintah pun menyadari itu sehingga ada dulu kementerian khusus untuk pembangunan kawasan timur, kawasan timur ini memang identik dengan ketertinggalan,” ujarnya saat membuka diskusi hasil survei Pusat Litbang Unhas.
Perlunya wadah khusus
Ia menjelaskan bahwa metode survei stratified mengambil sampel yang lebih besar dari populasi besar. Oleh karena itu, diperlukan segregasi atau wadah khusus untuk memastikan suara wilayah berpopulasi kecil di kawasan timur tidak tertutup oleh suara mayoritas.
Jamaluddin menegaskan bahwa suara masyarakat Indonesia Timur tidak boleh terlewat dalam survei nasional. Tanpa pemisahan kelompok berdasarkan karakteristik tertentu, suara khusus dari kawasan timur berpotensi tidak terwakili secara adil.
Rilis survei kawasan timur
Pusat Litbang LPPM Unhas ditujukan untuk memastikan aspirasi masyarakat Indonesia Timur dari berbagai aspek kehidupan dapat didengar secara lebih komprehensif, transparan, adil, dan proporsional. Unhas juga meminta dukungan untuk merilis sejumlah survei terkait kawasan tersebut.
Jadi dalam momentum ini kami minta dukungan untuk merilis beberapa survei-survei yang manfaatnya adalah untuk bagaimana suara dari masyarakat kawasan timur ini juga terdengar,” ujar Prof JJ.
Sumber: Antara News Sulawesi Selatan



Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!