Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Meluas hingga Kota Batu, Puluhan Titik Api Masih Terpantau
Kota Batu – Kebakaran yang melanda kawasan Gunung Arjuno-Welirang terus meluas dan menjangkau sejumlah wilayah, mulai dari Pasuruan, Mojokerto, hingga Kota Batu. Hingga Selasa pagi, puluhan titik api masih terdeteksi dan proses pemadaman terus dilakukan oleh tim gabungan.
Kepala UPT Tahura Raden Soerjo, Agustiningtyas Marini, menyampaikan bahwa jumlah titik api mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya. Ia menjelaskan, pada Senin jumlah titik api tercatat lebih dari 100, sedangkan berdasarkan pemantauan Selasa pagi jumlahnya berada di kisaran 70 titik. Meski demikian, angka tersebut masih dapat berubah mengikuti perkembangan situasi di lapangan.
Perempuan yang akrab disapa Tyas tersebut mengatakan bahwa sejumlah personel gabungan telah dikerahkan untuk menangani kebakaran melalui jalur darat. Tim yang terlibat meliputi Polisi Kehutanan (Polhut), petugas Tahura Raden Soerjo, Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI-Polri, serta para relawan.
Menurut Tyas, petugas bersama masyarakat dan relawan telah bergerak menuju beberapa lokasi terdampak untuk melakukan upaya pemadaman. Penanganan dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari memukul api menggunakan alat sederhana atau gepyok hingga membuat sekat bakar guna menghambat pergerakan api, terutama di area yang sulit dijangkau.
Ia juga mengungkapkan bahwa banyak petugas dan relawan yang menyatakan kesiapan untuk terlibat langsung dalam penanganan kebakaran. Namun, jumlah personel yang diizinkan memasuki kawasan terdampak tetap dibatasi dengan menerapkan persyaratan ketat. Setiap personel harus memiliki keterampilan dan kemampuan yang memadai untuk menghadapi kondisi di lapangan.
Tyas menjelaskan bahwa jumlah personel yang diberangkatkan berbeda-beda di setiap titik keberangkatan. Ada kelompok yang mengirimkan sekitar 30 orang, sementara kelompok dari lokasi lain mengerahkan hingga 50 personel. Ia menegaskan bahwa ketersediaan tenaga sebenarnya cukup banyak dan semangat untuk membantu juga tinggi,
Ia menegaskan bahwa ketersediaan tenaga sebenarnya cukup banyak dan semangat untuk membantu juga tinggi, tetapi aspek kemampuan teknis tetap menjadi pertimbangan utama demi keselamatan seluruh petugas.
Pembatasan tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko selama proses pemadaman, mengingat penanganan kebakaran hutan membutuhkan kesiapan fisik, keterampilan, serta pemahaman terhadap kondisi medan. Tyas juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian agar insiden serupa dengan kejadian kebakaran di kawasan Bromo tidak terulang.
Sebagai informasi, kebakaran di kawasan Gunung Arjuno-Welirang pertama kali diketahui pada Kamis sore, 15 Oktober 2026, di wilayah Pasuruan. Kobaran api kemudian berkembang dengan cepat hingga menjalar ke sejumlah daerah lain, termasuk Kabupaten Malang, Mojokerto, dan Kota Batu.
Hingga saat ini, tim gabungan masih berupaya mengendalikan kebakaran di berbagai titik. Perkembangan jumlah titik api terus dipantau karena kondisinya dapat berubah sesuai situasi di lapangan.




Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!