Terkini

Telur Pitan Serang Serap Pasokan Telur Bebek dari Peternak Lokal

PT Sendan Indonesia Sukses di Cipocok, Kota Serang, mengolah telur pitan berbahan baku lokal dengan fokus pemasaran domestik sebelum merambah pasar ekspor.

PT Sendan Indonesia Sukses memproduksi sekitar 2.000 hingga 5.000 butir telur pitan per hari di Cipocok, Kota Serang, Banten. Produk makanan tradisional khas China tersebut dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, dengan rencana ekspor dalam beberapa tahun mendatang.

Tim Legal PT Sendan Indonesia Sukses, Fikri Farocki, mengatakan pemasaran saat ini difokuskan ke sejumlah kota besar di Indonesia. Jakarta, Medan, Surabaya, serta kota besar lainnya menjadi tujuan pasar produk tersebut.

Pasarnya rencananya akan difokuskan terlebih dahulu di Indonesia, khususnya di Jakarta, Medan, Surabaya, dan kota-kota besar lainnya. Kemudian mungkin dalam dua tahun dan seterusnya kita berusaha untuk ekspor,” kata Fikri pada Sabtu, 17 Oktober 2026.

Bahan baku dari peternak lokal

Telur bebek dari peternak lokal, terutama di Kota Serang dan sekitarnya, menjadi bahan baku utama produksi telur pitan. Perusahaan juga mendapatkan bahan tambahan dari daerah setempat.

  • Telur bebek dari pemasok lokal di Kota Serang
  • Garam
  • Soda dan soda abu
  • Daun teh

“Bahan baku kita menggunakan telur bebek yang diperoleh dari pemasok-pemasok lokal, terkhusus di Kota Serang. Kemudian bahan-bahan tambahannya juga kita dapatkan di sini, seperti garam, soda, soda abu, dan daun teh,” paparnya.

Pemeraman hingga tiga bulan

Telur pitan menjalani proses pemeraman atau fermentasi untuk membentuk tekstur dan rasa khasnya. Fikri menyebut proses tersebut membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga bulan.

Meski proses pemeraman memakan waktu berbulan-bulan, perusahaan tetap memproduksi dan mengirim telur pitan setiap hari. Rata-rata produksinya mencapai 2.000 hingga 5.000 butir per hari untuk memenuhi pasar domestik, sembari menyiapkan perluasan pemasaran ke luar negeri.

Sumber: Banten TV

Bagaimana reaksi Anda?
Nilai artikel ini
Belum ada penilaian

Mungkin Anda suka

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *